Dodge GLH 2028 Siap Gantikan Hornet, Mesin 2.0 Turbo 324 HP untuk Lawan Golf R

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:41:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Dodge perlahan merombak lini produknya. Setelah sempat menyusut hanya menyisakan Durango dan Charger, pabrikan asal Amerika Serikat itu berencana menambah model entry-level yang lebih terjangkau. Dalam pameran internal Stellantis Investor Day pada Mei 2026 lalu, Dodge memajang model skala penuh GLH yang disebut sebagai penerus spiritual Hornet.

Kepala merek Dodge, Tim Kuniskis, dalam wawancara dengan The Drive menyebut GLH pada dasarnya adalah generasi baru Hornet, tetapi dirancang ulang sesuai semestinya sejak awal. Nama GLH sendiri merupakan singkatan dari "Goes Like Hell", yang pertama kali dipakai pada versi hot hatch dari Dodge Omni hasil sentuhan Carroll Shelby di era 1980-an.

Bukan SUV Biasa, Posisinya di Antara Hatchback dan Crossover

Alih-alih mengikuti gaya crossover konvensional, GLH mengusung siluet kotak yang rendah ke tanah. Platform barunya, STLA One, memang dirancang fleksibel untuk berbagai tipe mobil — dari hatchback, SUV, hingga kendaraan listrik. Platform yang sama akan dipakai Chrysler Airflow dan menjadi fondasi lebih dari 30 model di grup Stellantis.

Dari sisi dimensi, kabin GLH diprediksi selega compact SUV pada umumnya. Namun posisi duduk dan karakter berkendaranya lebih mendekati hatchback sporty, sehingga ia bakal berdiri di kelas yang tidak banyak pesaingnya.

Mesin Hurricane 4 Bawa Teknologi Maserati, Siap Tempur di Kelas Hot Hatch

Soal jantung pacu, Dodge dipastikan tidak akan menggunakan motor listrik untuk GLH versi awal. Mesin yang disiapkan adalah "Hurricane 4", yaitu 2.0 liter turbo empat silinder yang sudah dipakai Jeep Grand Cherokee. Di SUV besar tersebut, mesin ini menghasilkan 324 hp dan torsi 332 lb-ft berkat teknologi prechamber ignition yang diadopsi dari Maserati — oleh Jeep disebut Turbulent Jet Ignition.

Untuk GLH yang bobotnya jauh lebih ringan dari Grand Cherokee, angka tersebut bakal terasa lebih liar. Dodge juga menyiapkan varian SRT dengan kemungkinan tenaga lebih tinggi, atau bisa saja memakai sistem hybrid dengan bantuan motor listrik untuk menambah responsivitas. Transmisi otomatis menjadi pilihan utama, dengan penggerak roda depan untuk varian dasar dan all-wheel drive untuk trim atas.

Satu yang tidak akan terjadi: mesin Hurricane 6 silinder dari Charger dipastikan tidak muat di ruang mesin GLH.

Musuh Utama: Honda Civic Type R dan VW Golf R

Dengan tenaga 315-328 hp dari kompetitor seperti Honda Civic Type R dan Volkswagen Golf R, GLH jelas diarahkan ke segmen hot hatch performa tinggi. Namun posisinya sedikit unik — selain melawan hatchback sporty, varian bawahnya juga akan bersaing dengan Toyota RAV4 GR Sport yang mengandalkan plug-in hybrid 320 hp.

Keunggulan utama GLH ada di harga. Rata-rata harga mobil baru di Amerika saat ini hampir menyentuh USD 50.000 atau sekitar Rp 800 juta. Dodge memberi sinyal GLH akan dibanderol di bawah angka tersebut dengan selisih cukup besar, menjadikannya pintu masuk paling murah untuk memiliki mobil bertenaga 300+ hp.

Risiko yang Harus Diwaspadai Dodge

Tekanan terbesar ada pada keseimbangan. GLH harus tetap terjangkau, menyenangkan dikendarai, dan cukup praktis untuk harian. Jika salah satu aspek itu gagal, antusias Dodge yang sudah menunggu sejak era Omni GLH bisa kecewa.

Kehadiran GLH diprediksi paling cepat di tahun 2028, mengikuti jadwal peluncuran produk Stellantis yang sempat tertunda beberapa kali. Nama Hornet sendiri bisa saja kembali dipakai untuk varian non-performa, sementara GLH dikhususkan untuk trim tertinggi.

Terkini