Danantara Kantongi Laba Rp330 Triliun, Prabowo: Pimpinannya Pantas Dapat Bintang Kehormatan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:54:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Danantara yang dinilai berhasil membalikkan kondisi keuangan sejumlah perusahaan pelat merah. Pujian itu disampaikan saat peresmian groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

"Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan. Selama ini kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," ujar Prabowo.

Laba Melonjak, Kalahkan Temasek

Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, laba yang diraih mencapai Rp330 triliun dan ditargetkan tumbuh menjadi Rp360 triliun pada tahun depan. Jika terealisasi, angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan laba Temasek Holdings yang berada di kisaran Rp136 triliun.

"Jadi kalau secara size daripada net income tentu kita sudah lebih besar daripada Temasek, tahun ini kami harapkan Rp360 triliun, hampir 2 kali lipat daripada Temasek, dari Rp136 triliun ke Rp360 triliun," kata Dony dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (24/8).

Prabowo menambahkan, banyak BUMN yang sebelumnya merugi belasan hingga puluhan tahun kini mulai mencetak untung. Menurutnya, perubahan ini bukan kebetulan melainkan hasil kepemimpinan yang jujur dan memiliki komitmen terhadap kepentingan negara.

"Beberapa BUMN yang belasan tahun, puluhan tahun rugi, sekarang mulai untung. Naiknya kadang-kadang di luar yang bisa kita duga. Ini karena kepemimpinan, ini karena leadership, ini karena pimpinan Danantara jujur dan punya rasa cinta tanah air yang besar," tutur Prabowo.

1.074 Perusahaan Diciutkan Jadi 254

Di balik lonjakan laba tersebut, Danantara menjalankan program perampingan korporasi secara masif. Dony menyebutkan, sekitar 290 perusahaan sudah ditutup dan targetnya pada akhir 2026 jumlah entitas BUMN menyusut dari 1.074 menjadi 254 perusahaan yang solid dan menguntungkan.

Pengelompokan dilakukan berdasarkan benchmark industri, ukuran pasar, dan analisis kapabilitas internal. Ada empat kategori yang diterapkan: likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.

Contoh nyata konsolidasi terjadi di sektor rumah sakit yang akan diluncurkan kembali dengan nama Indonesia Hospital pada September 2026. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah diubah model bisnisnya menjadi strategic holding.

Investasi Rp225 Triliun dan Dampak ke Perekonomian

Danantara saat ini menjalankan 19 proyek hilirisasi di sektor mineral, energi, dan agrikultur dengan total nilai investasi sekitar Rp225 triliun. Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Denpasar senilai Rp3 triliun yang ditargetkan beroperasi pada semester I 2028.

Pengamat ekonomi Universitas Negeri Padang Doni Satria menilai Danantara berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi nasional, asalkan investasi diarahkan pada proyek yang layak dan dikelola secara hati-hati.

"Danantara bisa mendorong aktivitas ekonomi yang lebih baik di Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, sejauh investasinya tepat sasaran dan dikelola secara hati-hati," kata Doni.

Data ekonomi menunjukkan investasi tumbuh 6,87 persen pada kuartal II 2026 dengan penyerapan tenaga kerja langsung mencapai 1,45 juta orang atau naik 15 persen. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari angka pengembalian finansial semata.

"Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita," ujar Rosan.

Dari sisi dunia usaha, Wakil Ketua Komite Tetap Perencanaan Pengembangan Energi Terbarukan Kadin Feiral Rizky Batubara mengingatkan agar Danantara berperan sebagai anchor investor yang membuka peluang kolaborasi jangka panjang dengan perusahaan nasional. Menurutnya, keterlibatan rantai pasok lokal dan UMKM menjadi kunci agar investasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Terkini