Barantin Bantu Cari Pembeli Bawang Goreng Palu di Asia Tenggara 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:00:34 WIB
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding.

JAKARTA - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu memfasilitasi pencarian pembeli dari mancanegara demi menyokong ekspor bawang goreng asal Palu, Sulawesi Tengah. Langkah ini membidik pasar Asia Tenggara serta menjajaki peluang ke China.

Ia memaparkan bahwa bawang goreng merupakan salah satu produk andalan Kota Palu yang mutunya sangat baik serta memiliki permintaan tinggi di pasar lokal, namun hingga kini belum menembus pasar internasional.

“Ada produk dari Palu itu yang cukup bagus, misalnya bawang goreng. Kualitasnya bagus, permintaannya kuat di dalam negeri, tapi belum diekspor,” kata Karding di Jakarta, Rabu.

Menurut pandangannya, Barantin dapat mengambil peran untuk membuka gerbang pasar ekspor dengan menghubungkan produsen lokal kepada para pembeli potensial di berbagai negara sasaran.

Karding merinci Malaysia, Laos, Vietnam, Kamboja, hingga Thailand sebagai jajaran negara tujuan yang amat potensial. Adapun untuk potensi pasar ke China, pihak Barantin siap menelusuri peluangnya lebih mendalam.

“Itu bisa kami carikan pembeli terutama di Malaysia, Laos, Vietnam, Kamboja dan Thailand. Bahkan mungkin ke China, nanti kami bantu cari pasarnya,” ujarnya.

Program pembukaan akses ekspor ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara Barantin dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu demi memacu roda perekonomian wilayah lewat pengembangan komoditas unggulan.

Di luar produk bawang goreng, Karding menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah menyimpan beragam komoditas lain yang sangat prospektif untuk dipasarkan maupun diekspor, seperti durian, kelapa, kakao, komoditas perikanan, daging, hingga tanaman anggrek Poso.

Ia turut memetakan rumput laut, komoditas tuna dan turunan perikanan, kakao, produk olahan kelapa, sarang burung walet, serta ragam komoditas hortikultura sebagai daftar produk yang bakal dipercepat izin akses ekspornya.

Langkah perluasan pasar ini bertepatan dengan tingginya nilai perdagangan luar negeri kawasan Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pencapaian ekspor provinsi tersebut sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka 22,32 miliar dolar AS atau setara Rp395,27 triliun.

Negara China menduduki posisi sebagai tujuan ekspor terbesar Sulawesi Tengah pada 2025 dengan kontribusi 10,21 miliar dolar AS atau bernilai Rp180,81 triliun, menyumbang 45,75 persen dari total ekspor.

Sementara itu, Vietnam juga menjadi destinasi ekspor utama dengan nilai mencapai 1,92 miliar dolar AS atau menyentuh Rp34 triliun, setara 8,62 persen dari keseluruhan ekspor.

Produk komoditas bawang goreng Palu sendiri telah mengantongi hak perlindungan indikasi geografis resmi dari Kementerian Hukum.

Catatan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum menegaskan bahwa olahan ini memanfaatkan varietas bawang merah lokal khas Lembah Palu yang dibudidayakan di area Palu, Donggala, dan Sigi.

Di sisi lain, Pemkot Palu pada Agustus 2025 mengungkapkan bahwa seorang petani lokal di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, sanggup memproduksi bawang goreng hingga dua ton tiap bulan jika ditopang jangkauan pemasaran yang lebih luas.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengutarakan bahwa sinergi bersama Barantin diharapkan mempermudah pemerintah daerah dalam mengenali serta mengelola potensi ekonomi daerah secara maksimal agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap MoU ini tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama, tetapi betul-betul masuk pada tahap implementasi yang memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat,” ucap Hadianto.

Ia menjelaskan bahwa kesepakatan nota kesepahaman bersama Barantin ini bakal segera ditindaklanjuti lewat aksi kerja sama nyata yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palu pada bulan mendatang.

Terkini