Kenali Ciri-Ciri Makeup Kadaluwarsa Demi Keamanan Kulit Wajah

Kenali Ciri-Ciri Makeup Kadaluwarsa Demi Keamanan Kulit Wajah
Ilustrasi makeup [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemeriksaan ulang terhadap koleksi aneka produk kecantikan di rumah secara rutin merupakan langkah penting demi memastikan keamanannya bagi kesehatan tubuh. Tanpa disadari, botol-botol kemasan kosong serta sisa produk kosmetik sering kali menumpuk dalam laci penyimpanan.

Pembersihan secara menyeluruh harus segera dilakukan agar Anda dapat menyortir barang-barang mana saja yang sudah harus dibuang. Mengingat setiap jenis produk memiliki batas masa simpan yang berbeda-beda, mengenali ciri-ciri kosmetik yang telah rusak menjadi hal krusial demi menjaga kesehatan kulit.

“Produk-produk tersebut belum diuji kemanjuran atau keamanannya melampaui tanggal tersebut,” kata pendiri dan direktur di Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology, Carolyn Jacob, MD, mengutip Martha Stewart, Selasa (25/8/2026).

“Dan kekhawatirannya adalah kamu hanya akan membuang-buang waktu mengoleskan produk yang tidak membantu kulitmu,” lanjut dia.

Di samping itu, struktur kulit merupakan organ terbesar yang dimiliki oleh tubuh Anda, sehingga perawatannya harus dilakukan secara optimal menggunakan produk-produk berkualitas yang dipastikan belum melewati masa kadaluwarsa.

Ketika membongkar isi lemari penyimpanan riasan, Anda sangat disarankan untuk segera menyingkirkan berbagai macam produk kosmetik yang menunjukkan indikasi kerusakan fisik.

Hal pertama yang patut diperhatikan adalah bagian teksturnya. Apabila cairan di dalamnya mulai terpecah, menggumpal, berpasir, atau terdapat genangan minyak di permukaan, maka itu adalah pertanda nyata bahwa produk tersebut waktunya dibuang.

Hal kedua adalah dengan mencium aroma baunya. Apabila tercium bau yang terasa asam, tengik, ataupun menyerupai bau logam yang menyengat, hal itu menjadi indikasi utama kosmetik sudah tidak layak untuk digunakan.

“Hal ini terutama berlaku untuk sunscreen, yang kemudian tidak akan memberikan perlindungan pada kulit, sehingga berpotensi menyebabkan kulit terbakar parah jika produk tersebut sudah kadaluwarsa,” terang dr. Jacob.

Berikutnya, cermati pula adanya penurunan performa produk. Kosmetik yang performa busanya mulai berkurang drastis atau warnanya tampak memudar menandakan bahwa produk tersebut telah kehilangan fungsi utamanya.

Terakhir, waspadai adanya anomali perubahan pigmen warna, khususnya pada produk jenis serum seperti vitamin C. Munculnya warna cairan yang menjadi jauh lebih gelap mengindikasikan bahwa formulanya sudah tidak stabil lagi. Apabila kulit Anda mendadak terasa perih, panas, ataupun mengelupas usai mengaplikasikannya, besar kemungkinan kosmetik tersebut memang telah kedaluwarsa.

Terdapat tiga kategori jenis produk riasan yang dinilai memegang tingkat risiko paling tinggi. Aneka ragam riasan mata, seperti produk maskara, liquid eyeliner, serta creamy eyeshadow, sangat rentan mengalami kerusakan. Formula berbasis air dipadu dengan aplikator yang sering bersentuhan langsung dengan area mata menjadikannya sangat mudah membiakkan bakteri, yang berpotensi memicu timbulnya bintitan, iritasi, hingga infeksi konjungtivitis.

Ahli dermatologi serta dokter bedah kosmetik, laser, dan mikrografik mohs di Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology, Solomiya Grushchak, MD, FAAD, menganjurkan agar seseorang segera membuang produk maskara dan eyeliner apabila dirinya baru saja mengalami infeksi mata, tujuannya agar penularan penyakit tidak terulang kembali.

Selain itu, ragam produk kecantikan yang berformula vitamin C, retinoid, zat AHA, serta BHA, sangat mudah mengalami penurunan kualitas jika bagian tutup wadahnya tidak ditutup rapat. Paparan udara bebas serta sorotan cahaya dapat mengoksidasi zat bahan aktif tersebut, sehingga membuatnya kehilangan efektivitas sekaligus memancing reaksi kemerahan pada kulit.

Perawatan kulit bermasalah, seperti penggunaan serum pascatindakan medis maupun produk obat jerawat, juga menyimpan potensi bahaya tersendiri. Mengingat produk tersebut dioleskan pada permukaan kulit yang sedang meradang, kosmetik yang telanjur terkontaminasi kuman justru sanggup memicu timbulnya infeksi lanjutan.

Guna menjaga fungsi optimal produk, senantiasa simpan aneka kosmetik di tempat yang sejuk. Kebiasaan menaruh perlengkapan alat rias di dalam kamar mandi dengan sistem ventilasi yang buruk justru sanggup memangkas masa pakainya akibat terjebak hawa panas serta uap air.

Apabila disimpan dengan prosedur yang benar, rentang masa pakainya bisa bertahan lebih lama. Serum vitamin C misalnya, mampu bertahan secara optimal dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan. Sementara itu, kandungan retinoid, AHA, serta BHA memiliki ketahanan selama enam sampai 12 bulan.

Produk pembersih serta pelembap wajah umumnya awet hingga satu tahun penuh, sedangkan produk sunscreen mengikuti batas tanggal yang tertera pada kemasan pabrik.

Untuk kategori produk riasan wajah, maskara mencatatkan durasi umur paling singkat yakni hanya tiga bulan saja, disusul oleh liquid eyeliner dalam rentang tiga hingga empat bulan. Varian cream foundation serta liquid foundation mempunyai keawetan antara enam sampai 12 bulan. Jenis produk lipstik mampu bertahan hingga 18 bulan, sementara kosmetik bertekstur bubuk memiliki rentang waktu 18 sampai 24 bulan.

Perlu diingat dengan baik bahwa ragam kosmetik alami yang tidak menggunakan zat pengawet sintetik biasanya jauh lebih cepat basi. Oleh sebab itu, pastikan untuk jauh lebih cermat dalam memeriksa karakteristik tipe kosmetik semacam ini saat Anda tengah menyortir perlengkapan rias di rumah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index