Indonesia dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Sektor EBT dan Vokasi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:26:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan dalam pertemuan di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Jerman resmi memperkuat kerja sama pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta pendidikan dan pelatihan vokasi. Penguatan kemitraan strategis ini dicapai usai pertemuan bilateral di Jakarta.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan resmi dengan Menteri Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan pada Kamis.

“Indonesia menyambut delegasi Jerman untuk mendorong beberapa pipeline project di sektor renewable energy,” kata Menko Airlangga.

“Dan juga hal yang lain yang kami bicarakan adalah terkait dengan pendidikan vokasi, di mana pendidikan vokasi ini menjadi juga penting bagi Indonesia dan bagi Jerman,” ujarnya menambahkan.

Airlangga menyebutkan bahwa kerja sama ekonomi kedua negara telah terjalin baik dalam jangka waktu yang lama.

Lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia dengan total investasi kumulatif periode 2021-2026 mencapai 1,2 miliar dolar AS.

Mengenai sektor EBT, kerja sama ini sejalan dengan komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) sebesar 21,4 miliar dolar AS bagi Indonesia.

“Indonesia memiliki alokasi dana sekitar 21 miliar dolar AS lebih, namun perkembangannya agak lambat. Sejauh ini baru sekitar 4 miliar dolar AS yang telah dimanfaatkan. Jadi, kami perlu bergerak lebih cepat,” kata Airlangga.

Menteri Radovan menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Jerman yang didasari atas rasa saling percaya.

“Kami ingin memperkuat kerja sama kami di sektor ekonomi maupun pembangunan. Kami membahas bagaimana perusahaan-perusahaan Jerman dapat berperan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan,” kata Radovan.

Jerman turut berkomitmen memperluas cakupan pelatihan vokasi bagi generasi muda di kedua negara.

“Ada peluang bagi pelajar muda Indonesia untuk belajar bahasa Jerman sekaligus mengikuti pelatihan, baik di Jerman maupun di Indonesia, yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan Jerman,” kata Menteri Radovan.

Radovan memastikan dukungan penuh dari instansi terkait seperti Kedubes Jerman, GIZ, KfW, hingga Kamar Dagang Jerman.

“Pertemuan kami hari ini sangat produktif, dan saya sangat optimistis bahwa ke depannya kami dapat semakin memperkuat kemitraan ini,” ujar Menteri Radovan.

Terkini