Menkes Budi Gunadi Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat Jaga Kesehatan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:43:32 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan pesan penting kepada para siswa Sekolah Rakyat agar senantiasa membiasakan diri menjaga kesehatan semenjak usia dini dengan cara rajin menyikat gigi secara tepat, mengatur pola makan yang sehat, serta rutin berolahraga fisik.

"Penyakit paling banyak ditemukan adalah penyakit gigi jadi mesti rajin sikat gigi yang benar," kata Menkes dalam keterangan di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pesan dan imbauan tersebut disampaikan secara langsung ketika ia melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat Rintisan 4 yang berlokasi di Kabupaten Bogor, didampingi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto di kompleks Unit Deteksi K-9 BNN, Kabupaten Bogor.

Menurut penjelasannya, masalah kesehatan gigi menjadi salah satu aspek krusial yang memerlukan perhatian ekstra dari para siswa.

Oleh sebab itu, ia secara khusus meminta anak-anak untuk membiasakan diri merawat kebersihan gigi melalui teknik menyikat gigi yang benar.

Di samping menjaga kebersihan gigi, Menkes Budi turut mengingatkan para siswa agar senantiasa memperhatikan asupan pola makan sehari-hari.

Menurutnya, porsi kebutuhan makanan harus tercukupi dengan baik, namun diingatkan agar tidak sampai berlebihan karena berisiko memicu masalah kesehatan seperti obesitas serta peningkatan tekanan darah tinggi.

"Nomor dua kurang makan, di sini kan tidak mungkin kurang makan. Tapi juga (mungkin) ada ya obesitas (menyebabkan) tekanan darah tinggi. Jadi tidak boleh ya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menkes Budi juga mendorong para siswa untuk aktif bergerak dan menghindari perilaku bermalas-malasan. Ia menginstruksikan agar aktivitas olahraga dijadikan sebagai bagian integral dari rutinitas harian demi menjaga tingkat kebugaran fisik tubuh.

Pesan kesehatan tersebut ternyata sangat selaras dengan temuan dari hasil pemeriksaan medis awal yang dilakukan terhadap para siswa Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Gus Ipul memaparkan bahwa hampir separuh dari total siswa tercatat mengalami gangguan masalah kesehatan gigi saat pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah Rakyat.

"Jadi 49 persen siswa Sekolah Rakyat bermasalah gigi ketika pertama kali (masuk). Kemudian anemia, kotoran telinga," kata Gus Ipul.

Kendati demikian, Gus Ipul menyampaikan bahwa saat ini kondisi kesehatan para siswa mulai menunjukkan progres perubahan positif yang menggembirakan.

Ia menyebutkan bahwa anak-anak yang pada awal masa kedatangannya kerap terlihat mengantuk, kini sudah tampak jauh lebih bugar dan segar.

"Awal mereka masuk ngantukan semua. Sekarang Alhamdulillah segar-segar ya," kata Gus Ipul.

Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor ini sendiri merupakan bagian dari ikhtiar strategis pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah di kawasan Jabodetabek, utamanya kelompok anak-anak jalanan.

Ia menuturkan bahwa sebelumnya sempat teridentifikasi ada sekitar 400 anak tidak sekolah yang selama ini menghabiskan aktivitas sehari-harinya di jalanan maupun pasar.

Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 100 anak belum bisa langsung diikutsertakan dalam proses kegiatan belajar mengajar karena masih harus menjalani fase pemulihan terlebih dahulu di balai Sentra Kementerian Sosial.

"Nanti kalau sudah cukup, artinya sudah mengikuti matrikulasi, mereka bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih karena BNN menyediakan sebagian dari tempat di sini untuk penyelenggaraan Sekolah (Rakyat) rintisan, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo," kata Gus Ipul.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, bersama Kepala BNN menyempatkan diri mengecek langsung kelengkapan fasilitas penunjang yang ada di Sekolah Rakyat, mulai dari gedung asrama, fasilitas tempat ibadah musala, hingga ruangan kelas belajar.

Ketiga pejabat tinggi negara tersebut juga turut menyaksikan secara langsung jalannya simulasi interaktif kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika yang memanfaatkan papan tulis digital dengan pengantar bahasa pengantar bahasa Inggris.

Terkini