Bansos Beras Tahap 2, Bapanas Ajukan Tambahan Anggaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 21:16:32 WIB
Bapanas Usul Tambahan Anggaran Rp17,52 Triliun untuk Bansos Beras [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan alokasi dana sebesar Rp17,52 triliun guna menjalankan program bantuan pangan beras yang menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dalam kurun waktu tiga bulan mendatang.

Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy menuturkan bahwa pengajuan dana tersebut telah diserahkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) serta saat ini sedang berada pada tahap finalisasi dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebelum program dieksekusi.

"Masih dalam proses DIPA. Jadi kami sudah mengusulkan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) ke Kementerian Keuangan. Yang diusulkan itu untuk bantuan pangan tiga bulan ke depan itu Rp17,52 triliun," kata Sarwo dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2026).

Pelaksanaan program bantuan pangan atau bansos beras ini dijadwalkan bergulir pada Agustus sampai dengan Oktober 2026 apabila proses pengesahan DIPA tuntas sehingga penyaluran kepada masyarakat dapat segera direalisasikan oleh pemerintah.

Sarwo memaparkan bahwa usulan anggaran tersebut difokuskan secara khusus untuk pengadaan bantuan pangan komoditas beras tanpa mencakup komoditas lain agar seluruh alokasi terserap maksimal demi memenuhi kebutuhan para penerima manfaat.

"Nah (anggaran) bantuan pangan sudah disetujui oleh Menteri Keuangan, hanya belum (penyaluran bantuan), masih dalam proses DIPA," beber Sarwo.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dana sejumlah Rp17,52 triliun tersebut dipersiapkan untuk menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat sebagai langkah strategis dalam mengokohkan ketahanan pangan serta memelihara daya beli masyarakat.

Sebelumnya, Bapanas memastikan sebanyak 997.200 ton beras untuk program bantuan pangan tahap kedua siap didistribusikan kepada 33,24 juta KPM mulai bulan Agustus secara serentak.

"Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara 'one shoot' atau secara sekaligus pada Agustus mendatang," ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.

Ia mengemukakan bahwa total pasokan beras sebesar 997.200 ton akan digelontorkan kepada 33,24 juta KPM dengan masing-masing menerima alokasi sebanyak 10 kilogram (kg) untuk jangka waktu tiga bulan.

Sebelumnya, rangkaian penyaluran bantuan pangan pada tahap pertama telah rampung sepenuhnya dan dinilai menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, pelaksanaan gelombang kedua yang menitikberatkan pada komoditas beras ini diharapkan bisa berjalan jauh lebih baik.

"Bantuan pangan tahap pertama kan sudah 99,7%. Selisih 0,3% yang belum, itu di wilayah Papua, lalu beberapa wilayah Sumatra dan Sulawesi. Namun secara prinsip untuk tahap pertama sudah bagus," ucap Ketut.

Realisasi distribusi bantuan pangan tahap pertama yang mencakup alokasi bulan Februari serta Maret 2026 tercatat sukses menjangkau 33,14 juta KPM atau setara dengan 99,7 persen.

Dari sisi kuantitas, akumulasi beras yang berhasil disalurkan mencapai 664.880 ton serta minyak goreng sebanyak 132.970 kiloliter.

Melalui pencapaian penyaluran tahap pertama yang berupa beras sebanyak 664,88 ribu ton dipadukan dengan target distribusi tahap kedua sebesar 997.200 ton, total volume bantuan pangan sepanjang tahun 2026 diproyeksikan melonjak hingga menembus angka 1,66 juta ton.

Jumlah tersebut mencatatkan kenaikan signifikan hingga 133,83 persen apabila dikomparasikan dengan realisasi penyaluran bantuan pangan secara keseluruhan pada tahun 2025 yang hanya mencatatkan angka 710.780 ton dengan durasi alokasi selama 4 bulan.

Eksekusi penyaluran bansos beras tahap kedua di tahun 2026 yang dijadwalkan berdurasi tiga bulan ini telah diputuskan untuk diberikan secara langsung sekaligus atau one shoot. Pemerintah sendiri menargetkan proses tersebut dapat dimulai pada Agustus seusai pencairan dana ABT rampung.

"Jadi telah diputuskan one shoot di bulan Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan Pangan akan menugaskan Bulog," kata Ketut.

Terkini