TOTL Perkuat Diversifikasi Bisnis Melalui Proyek Pusat Data 2026

TOTL Perkuat Diversifikasi Bisnis Melalui Proyek Pusat Data 2026
Ilustrasi data center.

JAKARTA - PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) menetapkan pengerjaan proyek pusat data (data center) sebagai bagian dari langkah diversifikasi portofolio perseroan di tengah pesatnya laju investasi pada sektor digital.

Sepanjang semester I/2026, emiten kontraktor swasta ini menghimpun total pipeline tender proyek hingga mencapai Rp17,2 triliun. Dari kisaran angka tersebut, porsi sebesar 34 persen atau senilai Rp5,8 triliun berasal dari tender proyek pusat data.

Corporate Secretary Total Bangun Persada Anggie R.V. Sanusi Sidharta menyampaikan bahwa besaran pipeline tersebut masih berjalan dalam proses tender sehingga pergerakannya bersifat dinamis dan berpotensi berubah.

Oleh karena itu, penetapan menjadi kontrak efektif sangat bergantung pada tahapan proses serta keputusan akhir dari masing-masing pemilik proyek.

Meski demikian, pihak manajemen menegaskan bahwa segmen pusat data memang menjadi salah satu lini bisnis yang terus dipacu perseroan guna mendukung diversifikasi usaha.

“Data center merupakan salah satu segmen yang menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio TOTL, sejalan dengan tren pertumbuhan permintaan di sektor ini,” ujar Anggie saat dihubungi Bisnis, Senin (14/9/2026).

Di sisi lain, kendati prospek industri pusat data kian menjanjikan, Anggie mengungkapkan bahwa TOTL bakal tetap menjaga fleksibilitas operasional dengan tidak menggantungkan alur pertumbuhan kinerja pada satu lini bisnis saja.

Kebijakan diversifikasi tersebut dipastikan berjalan secara seimbang. Laju ekspansi perseroan ke depan tetap ditopang oleh jajaran segmen yang digarap TOTL, mulai dari bangunan komersial, gedung hunian, hingga sarana fasilitas umum.

“Pertumbuhan perseroan ke depan tetap didukung oleh keseluruhan segmen yang ada dan tidak berfokus pada satu segmen tertentu saja,” ucapnya.

Dalam pengerjaan proyek pusat data, TOTL juga menangkap peluang konstruksi yang tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik gedung utama semata.

Proyek tersebut, lanjut Anggie, mencakup pengerjaan bermacam sarana penunjang krusial seperti instalasi kelistrikan, sistem utilitas, pengolahan air, hingga pembangunan infrastruktur kawasan yang menjadi kebutuhan dasar pengembang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index