Proyeksi Cost of Fund Bank Jago Naik Hingga Akhir 2026 Nanti

Proyeksi Cost of Fund Bank Jago Naik Hingga Akhir 2026 Nanti
Bank Jago.

JAKARTA - PT Bank Jago Tbk. (ARTO) memproyeksikan biaya dana atau cost of fund akan terus merangkak naik hingga penutupan tahun 2026 seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate.

Direktur Finance & Operations Bank Jago Supranoto Prajogo memaparkan bahwa eskalasi BI Rate secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) turut memberikan pengaruh langsung terhadap cost of fund perseroan.

“Memang Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate tiga kali dan secara total ini meningkat sebesar 100 basis point. Tentunya ini juga berpengaruh terhadap cost of funding kami,” tuturnya dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Supranoto menerangkan bahwasanya cost of fund perseroan sudah mencatatkan kenaikan pada Agustus 2026. Angka yang sebelumnya berada di level 3,5 persen pada Juni 2026 merangkak naik menjadi 3,8 persen pada Agustus 2026.

“Jadi hingga akhir tahun kami perkirakan masih akan ada peningkatan menjadi sekitar 4 atau 4,1% jika kondisi memang tetap seperti yang saat ini,” bebernya.

Menurut Supranoto, lonjakan cost of fund bakal menambah beban bunga bagi sektor perbankan. Tantangan tersebut tidak hanya melanda Bank Jago semata, melainkan juga membayangi industri perbankan secara umum.

Sebagai catatan, Bank Indonesia menetapkan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen pada Agustus 2026. Walau menahan laju kenaikan, potensi BI Rate kembali naik hingga 6,25 persen di akhir tahun tetap terbuka akibat tekanan global.

Langkah kebijakan tersebut disepakati dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode 18–19 Agustus 2026. Keputusan ini menjadi penetapan suku bunga perdana di bawah kepemimpinan Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti setelah Perry Warjiyo mundur pada Juli 2026.

Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan keputusan menahan BI Rate dimaksudkan guna mengawal stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak pasar global.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ujar Destry dalam pengumuman hasil RDG BI, Rabu (19/8/2026).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index