Ekspansi Global, PT Timah Rambah Pasar Ekspor Filipina dan Inggris

Ekspansi Global, PT Timah Rambah Pasar Ekspor Filipina dan Inggris
Direktur Produksi dan Komersial PT Timah (Persero) Tbk Ilhamsyah Mahendra [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Timah (Persero) Tbk melebarkan jangkauan pemasaran ekspor logam timah menuju Filipina dan Inggris sepanjang tahun 2026, sekaligus mengincar kawasan Timur Tengah sebagai target ekspansi pasar pada 2027 mendatang.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra menyampaikan bahwa BUMN tersebut konsisten memperbesar penetrasi pasar internasional seiring meningkatnya permintaan timah di beberapa negara.

“Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan,” kata Ilhamsyah dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara daring, di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Ia membeberkan bahwa Filipina menjadi salah satu tujuan pasar anyar perseroan untuk wilayah Asia, sementara langkah ekspansi ke Inggris ditujukan guna menjangkau para pembeli di Southampton.

Bukan cuma menembus negara tujuan baru, PT Timah turut membukukan kenaikan porsi penjualan pada beberapa pasar lama yang telah digarap, khususnya India.

“Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5 persen, tahun ini tumbuh 12 persen,” ujar Ilhamsyah.

Ia menilai, melonjaknya porsi pasar di India tersebut salah satunya dipacu oleh pesatnya pertumbuhan industri gawai serta semikonduktor di negara itu. Di samping itu, perseroan juga mencatat penguatan volume penjualan di Vietnam.

Mengacu pada laporan penjualan internal PT Timah rentang Januari-Juni 2026, sebanyak 97 persen dari total niaga logam timah perusahaan dialokasikan untuk pasar luar negeri, sedangkan porsi pasar domestik mencatatkan angka 3 persen.

Kawasan Asia memimpin sebagai destinasi penjualan terbesar dengan kontribusi 75 persen. Tiongkok menjadi penyumbang terbesar yakni 35 persen, disusul India dan Jepang yang masing-masing mengantongi 12 persen, Korea Selatan 11 persen, Taiwan 3 persen, serta Filipina dan Vietnam masing-masing 1 persen.

Sementara itu, Benua Eropa mengambil porsi 19 persen, yang meliputi Belanda 9 persen, Italia 5 persen, serta Slovakia, Belgia, Hungaria, Turki, dan Inggris yang masing-masing menyumbang 1 persen. Adapun untuk benua Amerika tercatat memegang pangsa 3 persen.

Ilhamsyah menegaskan bahwa perseroan bakal terus melanjutkan agenda penetrasi pasar internasional pada 2027. Salah satu wilayah yang dibidik adalah kawasan Timur Tengah pasca agenda ekspansi ke wilayah itu pada 2026 sempat tertunda.

“Dan tentu Middle East menjadi pasar, target kami di tahun depan 2027,” ujar dia pula.

Di luar Timur Tengah, BUMN ini berencana meneruskan penetrasi pasar di deretan negara Eropa serta mendongkrak kuantitas penjualan di Inggris, Vietnam, Filipina, maupun India.

Langkah strategis perluasan pasar ini dieksekusi di tengah kondisi konsumsi timah dunia yang nilainya masih melampaui tingkat produksinya.

Pada semester I-2026, volume produksi logam timah dunia tercatat berada di kisaran 173,6 ribu ton, sedangkan tingkat konsumsi global menembus 179,3 ribu ton. Catatan internal perusahaan menunjukkan adanya defisit pasokan sebesar kurang lebih 3 persen sepanjang rentang waktu tersebut.

Komoditas timah juga dimanfaatkan secara luas oleh berbagai industri manufaktur. Berdasarkan data yang dihimpun perseroan, sekitar 53 persen konsumsi timah dunia dialokasikan untuk bahan solder, disusul oleh industri kimia berbasis timah sebesar 16 persen dan pembuat pelat timah (tinplate) sebesar 11 persen.

Lebih jauh, Ilhamsyah menjelaskan bahwa dinamika konsumsi global menjadi salah satu pertimbangan utama perseroan untuk konsisten memperkuat basis pasar ekspornya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index