JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) berhasil mengamankan perolehan kontrak baru sebesar Rp8,3 triliun hingga Juli 2026, mencatatkan kenaikan 118,4 persen secara tahunan.
Merujuk data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (4/9/2026), perolehan kontrak perseroan pada Juli 2025 lalu tercatat berada di angka Rp3,8 triliun.
Corporate Secretary ADHI Siswanto menjelaskan bahwa capaian tersebut memperlihatkan konsistensi perseroan dalam menjaga performa bisnis sekaligus memperkokoh portofolio di sektor konstruksi dan infrastruktur.
“Dari total perolehan kontrak baru tersebut, sekitar Rp5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation (NJO), sedangkan sekitar Rp2,99 triliun berasal dari proyek joint operation (JO),” kata Siswanto.
Ditinjau dari lini bisnisnya, capaian kontrak anyar ADHI mayoritas didominasi oleh segmen Engineering & Construction dengan porsi 92 persen.
Sisa porsi lainnya disumbang oleh lini Property & Hospitality sebesar 3 persen, Manufacture sebesar 3 persen, serta segmen Investment sebesar 2 persen.
Dominasi segmen Engineering & Construction ini membuktikan fokus perseroan yang kian solid dalam menggarap kompetensi utamanya di lini konstruksi dan infrastruktur.
Sementara berdasarkan jenis pengerjaannya, sebanyak 80 persen dari total kontrak baru disumbangkan oleh proyek infrastruktur, 14 persen proyek gedung, serta 5 persen sisanya dari pengerjaan lain.
Dari sisi sumber pemberi kerja, proyek-proyek pemerintah memberikan kontribusi terbesar hingga 70 persen, disusul BUMN/BUMD sebesar 29 persen, serta pihak swasta sebesar 1 persen.
Struktur komposisi tersebut mengencangkan posisi ADHI dalam menangani berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.
Deretan proyek strategis yang didapatkan ADHI hingga Juli 2026 di antaranya Proyek Tanggap Darurat Sumatera Utara, Proyek Tambak Udang Waingapu, Estate Management IKN, Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2, Bandara Sentani, serta Sekolah Rakyat Tahap 3 Papua.
Keberhasilan mengamankan berbagai proyek ini kian memperkuat portofolio ADHI sekaligus membuktikan tingkat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kapabilitas perseroan.
“Kami optimistis strategi ini dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program pembangunan nasional yang akan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan, ADHI berkomitmen terus menguatkan fondasi bisnis dan meningkatkan peran aktifnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur nasional.
Langkah ini diwujudkan lewat tata kelola proyek berstandar tinggi yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan GCG demi memberikan nilai tambah bagi perseroan serta masyarakat luas secara berkelanjutan.