Proyek EBT Siap Konstruksi, IndoEBTKE ConEx 2026 Jaring Investor

Proyek EBT Siap Konstruksi, IndoEBTKE ConEx 2026 Jaring Investor

BULETINENERGI.COM — Inisiatif ini diorganisasi oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI), dengan dukungan Kementerian ESDM serta pelaku industri. Tema tahun ini—Indonesia Renewable Energy Acceleration—menegaskan pergeseran dari diskusi ke lapangan.

Forum yang memasuki edisi ke-12 ini mengusung tiga prioritas: eksekusi proyek strategis, pembukaan akses investasi hijau, dan penguatan ketahanan sistem energi nasional. Selain konferensi dengan 6 sesi pleno dan 12 sesi diskusi, pameran menampilkan teknologi surya, angin, bioenergi, panas bumi, hingga sistem penyimpanan baterai dari peserta dalam dan luar negeri.

Proyek EBT Anggota METI Mulai Masuk Tahap Konstruksi

Ketua Umum METI, Norman Ginting, menyebut banyak proyek anggotanya kini tidak lagi sekadar rencana.

"Banyak proyek energi terbarukan anggota METI kini bergerak menuju konstruksi dan operasi. IndoEBTKE ConEx 2026 kami jadikan ruang temu antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut," ujar Norman di Jakarta.

Dari yang tadinya berhenti di studi kelayakan, sejumlah pengembang EBT sudah menyiapkan lahan dan mendatangkan peralatan. Forum ini menjadi momentum agar proyek yang berjalan tidak terhambat birokrasi atau kesenjangan komunikasi antar pihak.

Efisiensi Energi: Pilar Ketahanan yang Murah dan Cepat

MASKEEI mendorong konservasi energi sebagai langkah paling murah untuk menambah pasokan tanpa membangun pembangkit baru. Ketua Umum MASKEEI, Andhika Prastawa, menekankan pentingnya implementasi nyata di sektor industri dan komersial.

"Kami mendorong penguatan implementasi konservasi dan efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan skema Energy Efficiency as a Service, untuk meningkatkan kesadaran, memperluas adopsi teknologi hemat energi, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi," jelas Andhika.

Skema tersebut memungkinkan penyedia jasa membiayai peralatan hemat energi terlebih dahulu, lalu pelanggan membayar dari hasil penghematan tagihan listrik. Model ini dipandang efektif mendorong adopsi di pabrik, gedung perkantoran, dan pusat perbelanjaan.

Networking Hub: Pertemuan Langsung Pengembang dan Pemodal

Salah satu daya tarik edisi kali ini adalah Networking Hub, sesi yang mempertemukan pengembang proyek dengan calon investor dan mitra pembiayaan secara langsung. Sekretaris Jenderal METI, Dr. Elvi Nasution, yang juga Ketua Panitia Pelaksana, menegaskan tujuan pembentukan jaringan ini.

"Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional dan internasional agar aliran investasi hijau ke Indonesia semakin deras dan tepat sasaran," kata Elvi.

Pendanaan hijau menjadi isu krusial, mengingat transisi energi membutuhkan modal besar dan sumber dana yang kerap tersebar di banyak skema. Forum ini menjembatani kebutuhan keduanya dalam satu ruang.

BUMN dan Swasta Hadir, Total 22 Booth Pameran

Dukungan datang dari lintas sektor. Pertamina, PLN, Geo Dipa, Star Energy Geothermal, Supreme Energy, Sembcorp, samt GIZ dan GGGI tercatat sebagai sponsor pendukung.

Kehadiran BUMN dan perusahaan swasta asing mencerminkan kepercayaan terhadap arah kebijakan energi nasional. Secara keseluruhan, pameran menghadirkan 22 booth perusahaan.

Dengan enam sesi pleno, puluhan pembicara, dan ruang pamer yang mempertemukan teknologi dengan kebutuhan pasar, IndoEBTKE ConEx 2026 diharapkan membawa dampak langsung: proyek yang sudah dirancang benar-benar terbangun, bukan hanya dipajang dalam brosur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index