BI NTT Distribusikan Uang Rp4,3 Miliar dan Bantuan Korban Gempa Flores

BI NTT Distribusikan Uang Rp4,3 Miliar dan Bantuan Korban Gempa Flores
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia.

JAKARTA - Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (BI NTT) menyediakan dana tunai sebesar Rp4,3 miliar untuk disalurkan kepada warga di daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui ajang Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Kegiatan tersebut mencakup misi bantuan sosial guna membantu warga yang terdampak oleh bencana gempa di Flores.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT Alfin Ari Wijayanto menjelaskan bahwa situasi pascabencana menjadikan agenda ERB 2026 mengemban dua tugas sekaligus, yaitu menjamin ketersediaan uang rupiah yang patut edar serta membagikan bantuan logistik bagi warga terdampak.

“Dengan kondisi yang saat ini kami rasakan di Flores, maka ini istilahnya misi kombo. Jadi misi kemanusiaan sekaligus upaya menyegarkan rupiah melalui penarikan uang lusuh,” kata Alfin di Kupang, dilansir dari Antara, Kamis (20/8/2026).

Program ERB 2026 di NTT ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Agustus 2026 dengan menjangkau lima titik lokasi, yakni Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pamana, Pulau Waiwerang, serta Lamalera yang berada di Pulau Lembata. Pelaksanaan penjangkauan pulau-pulau tersebut memanfaatkan alutsista armada kapal perang milik TNI Angkatan Laut.

Uang tunai Rp4,3 miliar disiapkan oleh BI NTT demi memenuhi keperluan transaksi warga kawasan 3T, yang terdiri dari alokasi uang pecahan besar (UPB) maupun uang pecahan kecil (UPK). Uang pecahan besar disediakan untuk transaksi bermaterial tinggi, sedangkan pecahan kecil ditujukan demi kelancaran kegiatan perbelanjaan harian.

Melalui program ini, BI turut menarik uang kusam dari pasar untuk ditukar dengan uang yang masih sangat layak. Pada saat yang sama, masyarakat di lokasi tujuan akan memperoleh wawasan terkait cara merawat mata uang melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Di luar pembagian modal tunai, BI NTT berkolaborasi dengan pihak pusat guna mengirimkan bantuan logistik bencana seberat tiga ton yang berisikan bahan pokok dan air bersih.

Alfin menambahkan bahwa pemanfaatan kapal milik TNI AL menjadi opsi terbaik agar penyaluran ke kawasan kepulauan dapat berjalan sangat cepat.

“Dengan bantuan TNI AL, kami melihat bahwa ini adalah sarana tercepat saat ini yang bisa menjangkau pulau terpencil,” ujarnya.

Dukungan pengangkutan via jalur perairan ini didukung penuh oleh Komando Daerah TNI Angkatan Laut VII Kupang. Komandan Kodaeral VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto menyebutkan bahwa sebagian barang pasokan yang terkumpul mulai diangkut menggunakan KRI Hiu 634.

“KRI Hiu sendiri jenis kapal patroli yang kecil, hanya 57 meter panjangnya, sehingga tidak bisa mengangkut semua bantuan yang sudah terkumpul di Kupang,” katanya.

Logistik dalam muatan yang lebih besar berikutnya bakal dibawa menggunakan KRI Bung Hatta.

“KRI Bung Hatta ini karena dimensinya cukup besar, sehingga kami bisa membawa bantuan logistik yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index