Kenali 7 Tanda Kamu Dibesarkan Orang Tua Narsistik Hingga Dewasa

Kenali 7 Tanda Kamu Dibesarkan Orang Tua Narsistik Hingga Dewasa
Ilustrasi Orang Tua Narsistik.

JAKARTA - Pengalaman dibesarkan oleh orang tua narsistik sanggup membawa dampak berkepanjangan hingga seseorang menginjak usia dewasa, mulai dari trauma mendalam hingga terganggunya kesejahteraan mental.

Sayangnya, sebagian besar orang belum sepenuhnya mampu mengidentifikasi karakteristik narsistik pada orang tua serta pengaruhnya bagi psikologis. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda pola pengasuhan ini menjadi hal yang sangat penting.

Tipe orang tua narsistik kerap melancarkan kekerasan emosional kepada anak melalui penetapan ekspektasi yang tidak masuk akal serta senantiasa berubah-ubah, disertai minimnya kesadaran diri dan empati.

Pertama, timbul rasa takut untuk membagikan kabar baik terkait pencapaian pribadi karena terbiasa diabaikan, diremehkan, atau diejek saat masa kecil.

"Anak dari orang tua narsistik sering merasa bahwa kesuksesan mereka merupakan ancaman bagi harga diri seseorang. Akibatnya, kebahagiaan di masa dewasa dapat membuat seseorang merasa tidak aman," kata Steven Buchwald, terapis yang berbasis di Manhattan AS, dilansir Huffpost.

Kedua, muncul tingkat kepekaan yang berlebihan terhadap dinamika suasana hati serta ekspresi orang lain akibat rekam jejak adaptasi terhadap perubahan emosi orang tua sejak dini.

Ketiga, muncul perasaan bersalah atau sungkan saat hendak mengutamakan diri sendiri, seperti mengambil waktu istirahat, karena tertanam keyakinan bahwa peran utamanya adalah melayani kebutuhan orang lain.

Keempat, seseorang menjadi rentan meragukan realitas diri akibat terus-menerus terpapar taktik manipulasi psikologis (gaslighting) dari orang tua yang kerap menuding anak terlalu berimajinasi.

Kelima, anak mengantongi daftar riwayat orang-orang di sekitar yang pernah dimanfaatkan, dijelek-jelekkan, atau ditinggalkan begitu saja oleh orang tuanya.

Keenam, timbul kecenderungan menjadi seorang people pleaser yang selalu mendahulukan kepuasan orang lain, meski karakter ini kerap dimanfaatkan untuk bertahan di lingkungan kerja yang penuh tekanan.

Ketujuh, terdapat risiko tinggi terjebak dalam hubungan asmara yang toksik karena sudah terbiasa dengan pola manipulasi serta ketergantungan emosional sejak kecil.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index