Menteri Ekraf: Jamu Berpotensi Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi RI

Menteri Ekraf: Jamu Berpotensi Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi RI
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa jamu sebagai kekayaan intelektual warisan bangsa memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah ekonomi serta memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.

"Jamu harus terus berkembang melalui penguatan brand, IP (intellectual property), dan hak kekayaan intelektualnya, sehingga memiliki nilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh ekosistemnya," ujar Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, saat ini jamu tidak lagi sekadar minuman herbal tradisional. Produk ini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern dan kini hadir di berbagai sektor ekonomi kreatif, mulai dari kafe, hotel, hingga destinasi wisata berbasis wellness

Tren hidup sehat ini menjadi peluang bagi jamu untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk mendorong hal tersebut, Riefky menekankan pentingnya penguatan storytelling, branding, promosi, serta akses pasar dan pendanaan. 

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, media, asosiasi, dan institusi keuangan dinilai sebagai kunci untuk memprofesionalkan pengemasan potensi jamu agar mampu bersaing secara internasional.

"Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat wellness dunia. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut secara profesional agar mampu bersaing di pasar global," tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Ekonomi Kreatif menjalin kolaborasi dengan Dewan Jamu Indonesia dalam penyelenggaraan Jamu International Conference and Expo (JICE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. 

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor, menarik investasi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memperbesar kontribusi ekonomi kreatif bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index