Mobil Mewah Masih Isi Pertalite, Bahlil: Mbok Pakai Hati Lah

Sabtu, 19 September 2026 | 12:41:00 WIB
Mobil Mewah Masih Isi Pertalite, Bahlil: Mbok Pakai Hati Lah

BULETINENERGI.COM — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta pemilik mobil mewah berhenti mengisi BBM subsidi jenis Pertalite, menyusul peralihan konsumsi setelah harga Pertamax naik. Imbauan itu disampaikan tanpa regulasi resmi yang mengikat, karena pemerintah masih menimbang aturan pembatasan peralihan BBM. Bahlil menegaskan subsidi harus tepat sasaran dan hanya untuk warga yang berhak menerimanya.

Bahlil menyampaikan permintaan itu secara terbuka kepada pemilik kendaraan kelas atas. Ia menyebut fenomena peralihan dari BBM nonsubsidi ke Pertalite sebagai persoalan yang perlu disikapi dengan kesadaran sosial.

Pernyataan tersebut dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (19/9). Pemerintah belum menerbitkan aturan resmi yang membatasi peralihan konsumsi BBM, sehingga imbauan menjadi satu-satunya langkah yang diambil saat ini.

Pertamax Naik, Pemilik Mobil Mewah Diminta Tak Beralih ke Pertalite

Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax memicu sebagian pemilik kendaraan untuk beralih ke Pertalite. Bahlil menyoroti khusus pemilik mobil mewah, termasuk yang menggunakan BMW, agar tidak mengikuti pola tersebut.

Menurutnya, BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Ia meminta kelompok mampu menahan diri dan tidak mengambil jatah yang seharusnya dinikmati warga berpenghasilan rendah.

Isi Lengkap Imbauan Bahlil ke Pemilik Mobil Mewah

Bahlil menuturkan permintaannya dengan nada lugas. Ia mengaku menyampaikan hal ini sebagai warga negara, bukan semata sebagai pejabat.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, mohonlah kita pakai hati juga," ujar Bahlil.

"Janganlah kita pakai BBM subsidi. Itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Dengan metode lain adalah subsidi harus tepat sasaran," tambahnya.

Regulasi Pembatasan BBM Masih Ditimbang

Pemerintah belum memutuskan penerbitan regulasi khusus untuk mengatur pembatasan peralihan konsumsi BBM. Bahlil menyebut aturan semacam itu butuh proses dan masih dalam pertimbangan.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat. Tapi kan saya harus ngomong ini dulu, kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ungkapnya.

Selama regulasi belum terbit, imbauan menjadi instrumen utama yang dipakai pemerintah untuk menekan peralihan konsumsi ke BBM subsidi.

Bahlil Klaim Tak Pernah Pakai BBM Subsidi

Bahlil juga menegaskan dirinya tidak pernah membeli atau mengonsumsi BBM subsidi. Ia memakai pengalamannya sendiri sebagai contoh bagi masyarakat mampu.

"Kalau contoh kayak saya, masa sih saya pakai BBM subsidi. BBM subsidi itu kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Kalau yang punya gaji cukup, rumah bagus, mbok pakai hatilah," tuturnya.

"Jadi berikanlah hak rakyat yang punya hak itu punya mereka, jangan yang mampu yang mengambilnya," kata Bahlil menambahkan.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Imbauan belum punya dasar hukum mengikat, sehingga kepatuhan sepenuhnya bergantung pada kesadaran pemilik kendaraan.
  • Belum ada mekanisme pengawasan resmi untuk memverifikasi siapa yang mengisi Pertalite di SPBU.
  • Regulasi pembatasan BBM masih dalam tahap pertimbangan tanpa tenggat waktu yang disebutkan.
  • Kenaikan harga Pertamax menjadi pemicu utama peralihan konsumsi yang dikeluhkan pemerintah.

Terkini