Prabowo Ungkap Laba BUMN Melompat, Pertamina hingga Pegadaian Tumbuh Dua Digit

Sabtu, 19 September 2026 | 12:31:00 WIB
Prabowo Ungkap Laba BUMN Melompat, Pertamina hingga Pegadaian Tumbuh Dua Digit

BULETINENERGI.COM — Presiden Prabowo Subianto membeberkan sejumlah BUMN berhasil membalikkan kinerja keuangan dari rugi menjadi untung, dengan pertumbuhan laba rata-rata di atas dua digit. Capaian itu disampaikan dalam sambutannya di HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, Jumat (18/9/2026).

Sejumlah perusahaan pelat merah mencatatkan lonjakan laba signifikan menurut Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pembenahan tata kelola dan konsolidasi aset negara jadi pendorong utamanya.

Prabowo menyinggung capaian itu sebagai hasil kerja pemerintahan yang ia pimpin. Menurutnya, banyak BUMN yang sebelumnya merugi kini justru mencatat pertumbuhan keuntungan dua digit.

Pupuk Indonesia Pimpin Pertumbuhan Laba

PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut sebagai salah satu contoh paling mencolok. Prabowo menyatakan perusahaan yang dulu mengalami kerugian kini labanya naik 252%.

"PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian, sekarang naik keuntungannya 252%. PT Pupuk Indonesia naik," ujar Prabowo dalam sambutannya, dikutip dari YouTube PAN TV.

Selain Pupuk Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (Persero) mencatat pertumbuhan laba 54%. PT Pertamina (Persero) juga mencatat kenaikan laba 86%.

"Pertamina untungnya naik 86%," tegas Prabowo.

Pegadaian hingga Semen Indonesia Ikut Melonjak

PT Pegadaian mencatat kenaikan laba 84%. Sementara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatat lonjakan laba hingga 400%.

Angka-angka itu menunjukkan perbaikan kinerja yang merata di berbagai sektor, dari pupuk, perkebunan, energi, jasa keuangan, hingga material bangunan. Prabowo tidak merinci periode pembanding yang digunakan dalam perhitungan tersebut.

Danantara dan Konsolidasi Kekayaan Negara

Prabowo juga menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Menurutnya, lembaga itu berhasil menaikkan kekayaan Indonesia melalui konsolidasi aset negara.

"Indonesia punya sekarang Danantara, kekuatan semua kekayaan negara kita pusatkan, kita konsolidasikan, dan penghasilannya dalam satu setengah tahun naik 400%," pungkasnya.

Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan pemerintah yang mengandalkan BUMN dan Danantara sebagai motor penerimaan negara. Publik menantikan rincian laporan keuangan resmi masing-masing perusahaan untuk memverifikasi angka-angka yang disebutkan.

Terkini