Prabowo Kumpulkan Bahlil hingga Suahasil di Istana, Bahas B50 dan Energi

Rabu, 16 September 2026 | 16:38:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026), untuk membahas langkah pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Rapat itu dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Agenda utama pertemuan menyangkut upaya memaksimalkan potensi dalam negeri. Salah satu opsi yang dibahas adalah mendorong penggunaan biodiesel B50 sebagai campuran bahan bakar.

B50 Jadi Salah Satu Opsi yang Dibahas

Bahlil menyebut pengembangan energi berbasis potensi domestik menjadi salah satu fokus rapat. Biodiesel B50 masuk dalam pembahasan tersebut.

"Hari ini kami akan melakukan rapat dengan presiden terkait dengan beberapa langkah-langkah dalam rangka memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri kita," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurut Bahlil, pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan sumber daya yang ada di dalam negeri. Salah satunya dengan memperbesar porsi campuran biodiesel.

"Mungkin salah satu diantaranya kita akan melakukan pengembangan dengan memanfaatkan potensi dalam negeri kita. Mungkin kita akan mendorong atas B50," ujar Bahlil.

Pertamina Siapkan Laporan

Dari sisi korporasi, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyatakan pihaknya bersama Pertamina akan menyampaikan sejumlah laporan dalam rapat tersebut. Wakil Dirut Pertamina Oki Muraza turut hadir.

"Kita biasa, update aja. Berkaitan sama ada Pertamina juga nanti kan, berkaitan dengan energi. Nanti setelah rapat mungkin kita bisa update ya lebih lanjut," kata Dony.

Kehadiran jajaran Pertamina mengindikasikan pembahasan tidak hanya soal kebijakan fiskal, tetapi juga kesiapan infrastruktur dan pasokan di lapangan.

Mengapa B50 Penting bagi Indonesia

Pendorongan B50 sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada solar impor. Selama ini biodiesel nasional masih berjalan pada level campuran B35 dan tengah disiapkan menuju B40.

Peningkatan porsi campuran menuntut kesiapan bahan baku, kapasitas kilang, hingga kualitas produk agar mesin kendaraan tetap aman. Tidak semua kendaraan lama kompatibel dengan campuran yang lebih tinggi.

Bagi industri sawit, kebijakan ini berpotensi menyerap pasokan minyak mentah sawit (CPO) lebih besar. Namun, dampaknya pada harga pangan dan ekspor perlu dihitung cermat.

Langkah Selanjutnya

Hasil rapat belum diumumkan secara rinci. Dony menyatakan pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah pertemuan selesai.

Pemerintah belum memaparkan target waktu penerapan B50 maupun skema insentif yang menyertainya. Keputusan akhir menunggu pembahasan lintas kementerian, termasuk Kementerian Keuangan yang mengatur sisi subsidi dan anggaran.

Rapat ini menegaskan arah kebijakan energi yang bertumpu pada potensi domestik. Bagi konsumen, implikasinya bergantung pada seberapa cepat B50 siap diterapkan dan bagaimana harga di pasar dijaga.

Terkini