Progres Konstruksi Tambang Emas Awak Mas Milik INDY Tembus 60 Persen

Senin, 14 September 2026 | 21:11:31 WIB
Lokasi site Awak Mas, milik Grup PT Indika Energy Tbk. (INDY).

JAKARTA - PT Indika Energy Tbk. (INDY) terus memacu percepatan pembangunan proyek fasilitas tambang emas Awak Mas yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Memasuki penghujung Juni 2026, tahap konstruksi fisik proyek tersebut tercatat sudah menyentuh angka 60,63 persen.

Langkah ini sejalan dengan target Indika Energy yang membidik pencapaian produksi emas perdana (first gold) dari tambang Awak Mas pada kuartal II/2027.

Senior Vice President and Head of CEO Office, Corporate Communications, and Sustainability Indika Energy Ricky Fernando menyampaikan bahwa pengerjaan proyek Awak Mas saat ini berada dalam koridor konstruksi aktif.

“Per 30 Juni 2026, kemajuan konstruksi proyek telah mencapai 60,63% menuju target penyelesaian..." ujarnya kepada Bisnis dikutip, Senin (14/9/2026).

Setelah rampungnya tahapan konstruksi, proyek akan melangkah ke fase kesiapan operasional guna menyambut masa produksi secara komersial. Target produksi emas perdana dipatok pada kuartal II/2027.

Pada kurun tahun pertama masa operasionalnya, Awak Mas diproyeksikan sanggup menghasilkan emas berkisar antara 50.000 hingga 70.000 ounce.

Melalui target operasional tersebut, sumbangsih proyek Awak Mas terhadap pembukuan keuangan Indika Energy diperkirakan mulai terefleksi pada penghujung kuartal II/2027 mendatang.

Pengembangan aset Awak Mas menjadi salah satu bagian dari strategi besar INDY untuk mendongkrak porsi kontribusi portofolio bisnis non-batu bara. Perseroan memproyeksikan proyek emas ini bakal menjelma sebagai pilar pertumbuhan baru tatkala sudah beroperasi secara utuh.

“Setelah beroperasi penuh, proyek ini kami harapkan menjadi salah satu kontributor utama lini bisnis non batu bara, baik terhadap pendapatan maupun EBITDA perseroan,” kata Ricky.

Oleh sebab itu, keberhasilan pengoperasian proyek Awak Mas memegang peranan krusial dalam memperkuat diversifikasi portofolio INDY. Langkah ini membuktikan perseroan tak sekadar mengandalkan sektor energi dan batu bara, melainkan juga membangun fondasi bisnis pada komoditas emas.

Mengutip laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, INDY mencatatkan perolehan pendapatan sebesar US$1,15 miliar, alias melesat 19,9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$956,8 juta.

Seirama dengan lonjakan omzet tersebut, perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melompat hingga menyentuh US$10,2 juta, naik signifikan dari posisi US$2,2 juta pada semester I-2025.

Pertumbuhan kinerja finansial perseroan yang solid ini ditopang oleh kontribusi kuat sejumlah anak usaha, seperti Kideco Jaya Agung (Kideco), Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), hingga Indika Indonesia Resources.

Terkini