JAKARTA - Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksikan bakal diwarnai pergerakan fluktuatif pada kisaran 6.450 hingga 6.700 seiring langkah pelaku pasar yang mencermati pengumuman arah kebijakan sejumlah bank sentral dunia.
Tim analisis Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa fokus para pemodal global sepanjang pekan ini bakal tersedot ke arah penetapan kebijakan moneter beberapa bank sentral utama, mulai dari Federal Reserve (The Fed), Bank of England (BoE), hingga Bank of Japan (BoJ).
"Pada pekan depan, investor global akan menantikan keputusan moneter beberapa bank sentral, seperti the Fed [16/9], Bank of England [17/9] dan Bank of Japan [18/9]," tulis tim riset Phintraco Sekuritas dikutip, Senin (14/9/2026).
Di samping itu, laju IHSG turut terbebani oleh kenaikan harga minyak mentah yang kembali menyita perhatian para pelaku pasar. Sebelumnya, Phintraco menilai pergerakan harga minyak global bersama imbal hasil US Treasury menjadi pemicu meningkatnya kecemasan investor terhadap prospek ekonomi dunia.
Sementara dari kawasan dalam negeri, pergerakan nilai tukar rupiah serta imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) ikut menjadi perhatian utama pemodal.
Secara analisis teknikal, Phintraco Sekuritas mengamati posisi IHSG sejatinya masih cukup bertahan, kendati potensi koreksi maupun potensi aksi profit taking tetap patut diwaspadai.
Mengombinasikan sentimen global dan indikator teknikal tersebut, Phintraco Sekuritas menaksir pergerakan IHSG pekan ini bakal berada dalam rentang 6.450 sampai 6.700.
IHSG sendiri menutup sesi perdagangan Jumat (11/9/2026) pada level 6.541,38 dengan koreksi sebesar 0,73 persen setelah sempat menyentuh level 6.462. Dengan demikian, sepanjang kurun sepekan lalu indeks mengalami pelemahan 1,43 persen.
Pada saat bersamaan, Tim Riset MNC Sekuritas menyampaikan IHSG melanjutkan laju koreksinya sebesar 0,73 persen menuju level 6.541 serta masih didominasi oleh maraknya aksi jual. Indeks memang sanggup mengakhiri sesi di atas garis MA20, tetapi meninggalkan celah gap pada area 6.552 sampai 6.585.
"Pada timeframe weekly, posisi IHSG terkoreksi 1,43%. Kami update skenario IHSG, di mana saat ini diperkirakan IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji 6.370-6.451," tulis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas memasang garis batas support IHSG pada area 6.448 dan 6.318, sedangkan area resistance berada di posisi 6.633 dan 6.705.
Rekomendasi Saham MNC Sekuritas:
ADMR - Buy on Weakness Saham ADMR terkikis 2,74 persen ke level 1.600 dengan tekanan jual yang masih kental. MNC Sekuritas mengestimasi posisi ADMR saat ini menghuni bagian dari wave (iv) dari wave [c]. Buy on Weakness: 1.540-1.585 Target Price: 1.710, 1.765 Stoploss: below 1.500
INET - Buy on Weakness Saham INET terkoreksi 0,58 persen ke level 344 yang dibarengi kemunculan volume beli, meski penurunannya tertahan klaster MA20 dan MA200. MNC Sekuritas menaksir posisi INET saat ini menempati bagian dari wave [iv] dari wave C. Buy on Weakness: 296-318 Target Price: 366, 400 Stoploss: below 288
NCKL - Buy on Weakness Saham NCKL terperosok 1,57 persen menuju level 940 dan masih dibayangi tekanan jual hingga menembus garis MA20. MNC Sekuritas memperkirakan posisi NCKL berada pada bagian wave (B) dari wave [Y]. Buy on Weakness: 840-910 Target Price: 980, 1.060 Stoploss: below 830
DSNG - Sell on Strength Saham DSNG melemah 2,40 persen ke posisi 1.625 serta didominasi maraknya transaksi jual. MNC Sekuritas menilai posisi DSNG menghuni bagian awal wave (B) dari wave [B] pada label hitam atau awal wave [C] label merah, sehingga rawan melanjutkan penurunan menuju 1.400 sampai 1.585. Sell on Strength: 1.655-1.680
Perjalanan IHSG Sepanjang Perdagangan Hari Ini:
Saat perdagangan dibuka pukul 09.01 WIB, IHSG melamah 0,22 persen atau terkikis 14,08 poin menuju posisi 6.527,29. Pada awal sesi, indeks bergerak di rentang 6.524 hingga 6.537 dengan 217 saham menguat, 225 melemah, dan 254 saham stagnan.
Mengakhiri perdagangan sesi I pada pukul 12.20 WIB, IHSG anjlok hingga 1,70 persen atau merosot 111,49 poin ke level 6.429,88. Sepanjang sesi pertama, indeks merambah rentang 6.420 hingga 6.543, mencatatkan 144 saham naik, 517 saham turun, dan 122 saham diam di tempat.
Memasuki sore hari pukul 14.20 WIB, tekanan pada IHSG kian membengkak hingga terperosok 2,07 persen atau 135,31 poin ke posisi 6.406,06. Rentang pergerakan berada di 6.399 hingga 6.543 dengan rincian 138 saham menguat, 515 saham melemah, serta 133 saham stagnan.
Akhirnya pada penutupan sesi sore pukul 16.06 WIB, IHSG memangkas pelemahan dan ditutup turun tipis 0,10 persen atau 6,68 poin ke posisi 6.534,69. Sepanjang hari, indeks bergerak di area 6.371 hingga 6.550 dengan 219 saham menguat, 429 saham merosot, dan 141 saham tidak mengalami perubahan harga.