JAKARTA - Xabi Alonso mengakui rasa kecewanya setelah Chelsea ditahan imbang 2-2 oleh Hull City pada laga pekan keempat Liga Inggris 2026/2027. Hasil seri ini membuat Chelsea sukses mengemas 10 gol, namun di sisi lain harus rela kebobolan dua gol atau lebih dalam empat partai pembuka.
Skuad Chelsea tercatat telah melewati 20 pertandingan liga secara beruntun tanpa pernah mencetak rekor clean sheet. Capaian buruk tersebut menjadi yang terpanjang sepanjang 65 tahun terakhir, menandakan betapa krusialnya celah di sektor pertahanan mereka.
Permasalahan di lini belakang Chelsea sejatinya telah mengakar sebelum kedatangan Alonso. Sampai saat ini, cuma Crystal Palace dan Ipswich Town yang mengantongi catatan kebobolan lebih banyak daripada Chelsea di panggung Liga Inggris musim ini.
Kendati demikian, lini serang Chelsea tetap menghadirkan ancaman nyata berkat performa Morgan Rogers, Cole Palmer, dan Joao Pedro. Alonso pun menegaskan bahwa skuadnya wajib menemukan solusi kilat agar tidak mudah kehilangan kendali atas jalannya pertempuran.
Alonso Kecewa dengan Hasil Chelsea
Chelsea sebenarnya sempat memperoleh momentum untuk mengunci gol kemenangan kala meladeni Hull City. Namun, rentetan peluang tersebut gagal dimaksimalkan hingga kedua kubu terpaksa menyudahi laga dengan skor imbang.
Alonso menganggap raihan satu poin tersebut sudah mencerminkan performa riil Chelsea di lapangan. Ia pun menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain ekstra solid serta sanggup menguasai jalannya laga secara konsisten.
"Kami memiliki satu atau dua peluang bagus untuk mencetak gol kemenangan, tetapi kami tidak berhasil memanfaatkannya," kata Alonso.
"Saya tidak senang. Kami bisa tampil lebih baik. Kami mendapatkan hasil yang layak kami dapatkan. Kami harus lebih solid dan lebih mengontrol pertandingan. Kami memiliki pemain baru dan staf pelatih baru. Ini adalah proses yang sedang kami jalani. Saya yakin dalam beberapa bulan kami akan mampu lebih mengontrol pertandingan," lanjutnya.
Perubahan Formasi Belum Selesaikan Masalah
Kubu Chelsea mencoba menerapkan formasi empat bek sejajar sewaktu menjamu Hull City. Akan tetapi, Alonso memandang perubahan taktik tersebut bukanlah kunci utama karena persoalan mendasar lebih bersumber dari karakter pemain serta penempatan posisi di lapangan.
Malo Gusto dipercaya mengemban peran krusial dalam skema anyar tersebut. Alonso menilai Gusto sanggup mengisi ruang yang tepat sekaligus membantu menyambungkan aliran bola di sektor kanan.
"Anda bisa mengatakan kami bermain dengan tiga atau empat bek, tetapi masalahnya berkaitan dengan pilihan pemain, karakteristik mereka, dan posisi tempat mereka bisa menghasilkan level permainan terbaik," jelas Alonso.
"Hari ini kami bermain dengan Malo Gusto, dan dia bergerak ke posisi yang bagus, mencoba mencari ruang, serta di sisi kanan dia menghubungkan permainan dengan pemain lain. Jadi, bagi saya, perubahannya tidak terlalu besar," sambungnya.
Alonso Ingin Chelsea Lebih Sulit Ditaklukkan
Chelsea lagi-lagi kecolongan keunggulan seusai Hull berhasil menyarangkan gol dan memutar balikkan alur permainan. Alonso mengkritik kerapuhan timnya setiap kali memberikan angin segar bagi lawan untuk bangkit.
Menurut pandangannya, Chelsea mesti tangguh menjaga kendali permain sesudah berada di posisi unggul. Seluruh anggota tim juga diwajibkan meminimalisasi blunder yang dapat memicu kans bagi pihak lawan untuk mengubah keadaan.
"Semua ini mungkin menghibur, tetapi saya berharap suatu hari nanti Anda mengatakan bahwa pertandingan itu membosankan, kami menang, dan tidak memberikan momen-momen menghibur seperti ini kepada lawan," ujar Alonso.
"Namun, pola-pola yang kami lakukan ini terus berulang dan membutuhkan waktu untuk diperbaiki. Kami juga membutuhkan momen tertentu ketika sudah unggul dalam skor karena kami tetap harus bersaing dan tidak memberikan kesempatan kepada lawan untuk bangkit semudah ini. Terutama pada gol pertama, kami seharusnya bisa tampil jauh lebih baik," lanjutnya.
Pertahanan Jadi Fokus Utama Chelsea
Alonso menggarisbawahi bahwa pembenahan performa Chelsea tidak sekadar bergantung pada utak-atik formasi. Ia merasa anak asuhnya wajib menggembleng kualitas dalam beragam kondisi, mulai dari pergerakan open play hingga situasi bola mati.
Kendati Chelsea baru menjalani empat laga di ajang Liga Inggris musim ini, Alonso mengaku risih dengan tren kebobolan yang terus berulang. Menurutnya, pembenahan sistem pertahanan mesti ditunjuk sebagai prioritas utama dalam fase evolusi tim.
"Kami sangat rapuh ketika memberikan mereka harapan tersebut karena hingga saat itu kami mengontrol pertandingan dan menciptakan peluang. Namun, momentum yang kami miliki berubah, begitu pula suasana pertandingan dan hasil akhirnya," tegas Alonso.
"Secara umum, saya pikir kami lebih baik dalam menyerang daripada bertahan dalam setiap aspek permainan. Kami tahu ini adalah masalah besar dan menjadi fokus utama kami. Memang kami baru memainkan empat pertandingan, tetapi saya tidak menyukai pola dalam hal kebobolan gol ini dan kami harus tampil jauh lebih baik. Permainan terbuka, bola mati, bola panjang, kekokohan, dan semangat bersaing, kami bisa tampil lebih baik," tambahnya.