Dukung Arahan Presiden Prabowo BRI Siap Perluas Rekening Perbankan

Selasa, 08 September 2026 | 03:38:31 WIB
Bank BRI.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) siap mengeksekusi strategi perluasan jangkauan nasabah seiring instruksi pemerintah dalam memacu kepemilikan rekening perbankan masyarakat.

Instruksi penguatan rekening nasional tersebut diutarakan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh lapisan warga Indonesia memiliki rekening bank serta menginstruksikan perbankan nasional, termasuk BRI, menyiapkan fasilitas tersebut.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan kesiapan perseroan mengawal kebijakan itu lewat koordinasi intensif bersama jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar menambah jumlah rekening, melainkan memasukkan warga ke ekosistem keuangan formal.

“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery dalam keterangannya, Selasa (8/7/2026).

Hery menambahkan, ketersediaan rekening yang merata bakal mengokohkan efektivitas berbagai penyaluran bantuan pemerintah secara efisien, cepat, dan transparan.

Pemerintah turut menyiapkan integrasi data kependudukan dari Ditjen Dukcapil yang dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, termasuk dalam ekosistem pembayaran digital via QRIS.

Sebagai bank penopang sektor UMKM, BRI dibekali infrastruktur kuat. Hingga kuartal II/2026, BRI mencatat total 131 juta nasabah perorangan dengan sokongan 7.377 kantor cabang, 637.000 e-channel, serta 1,13 juta Agen BRILink di lebih dari 60.000 desa.

Layanan digital lewat aplikasi BRImo pun telah menggaet 49,7 juta pengguna aktif pada kuartal II/2026. Perpaduan jaringan fisik dan digital ini memperkuat penetrasi BRI ke wilayah terpencil.

Kendati demikian, Hery menggarisbawahi pentingnya edukasi literasi keuangan agar rekening aktif digunakan untuk bertransaksi maupun mengakses fasilitas kredit perbankan formal.

Bagi pelaku usaha mikro, kepemilikan rekening menjadi pintu utama pembentukan rekam jejak finansial. Penggunaan transaksi digital seperti QRIS juga mempermudah integrasi UMKM ke rantai ekonomi modern.

Hery menilai kebijakan ini bernilai strategis bagi penguatan ekonomi rakyat menuju inklusi keuangan yang lebih merata.

“Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kami bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Terkini