Presiden Prabowo Pimpin Ratas Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 18:22:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat terbatas penanganan dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, penanggulangan bencana gempa di NTT, dan penanganan karhutla bersama sejumlah kepala daerah via sambungan video-conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Rapat terbatas tersebut, yang turut diikuti jajaran menteri serta pimpinan lembaga, diagendakan berlangsung pada Senin siang.

Informasi yang dihimpun dari sumber Istana, rapat terbatas itu bakal ditayangkan secara terbuka.

Mengenai dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak akhir pekan lalu, Presiden Prabowo telah menyampaikan imbauan bagi publik, terutama yang bermukim di kawasan Jakarta, Banten, Lampung, dan sekitar Selat Sunda, agar tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan seiring aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Presiden meminta warga menuruti seluruh instruksi pemerintah dan petugas di lapangan serta tak mendekati zona Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat pun diimbau mentaati ketentuan zona bahaya dan batas aman yang sudah ditentukan oleh pihak berwenang.

"Saudara-saudara kami yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Presiden Prabowo menjamin pemerintah terus memantau dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima pembaruan informasi dari instansi terkait.

Presiden juga telah menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, hingga kementerian dan lembaga terkait guna memantau perkembangan kondisi.

Informasi terkini per Senin siang, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau sudah usai setelah terjadi selama 25 jam, namun aktivitas vulkanik tetap diamati lantaran intensitas kegempaannya masih tinggi.

Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Senin, menerangkan fase erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB sampai Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Usai periode itu rampung, aktivitas erupsi kembali memperlihatkan tren letusan kecil yang menjadi ciri khas Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Provinsi Lampung tersebut.

Terkini