Yusril Pesan Mahasiswa Manfaatkan Kebebasan Secara Bertanggung Jawab

Senin, 07 September 2026 | 18:17:31 WIB
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengingatkan bahwa regulasi tertulis tidak selalu memadai untuk menyelesaikan beragam persoalan kehidupan.

Saat mengisi agenda penyambutan mahasiswa baru President University lewat PREUNI 2026 di Auditorium President University, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (3/9), ia menyampaikan bahwa diperlukan kejernihan berpikir, integritas, serta ketulusan niat sewaktu menetapkan suatu kebijakan.

"Hal ini berbekal pengalaman saya di bidang hukum dan pelayanan publik," kata Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Lantaran hal itu, ia mengimbau para mahasiswa baru President University untuk menggunakan independensi di bangku kuliah secara penuh tanggung jawab sembari mengasah daya kritis dan menaruh rasa hormat pada keberagaman.

Menurut pandangan Yusril, melangkah ke jenjang perguruan tinggi menjadi babak krusial lantaran mahasiswa mulai memegang kendali lebih besar atas pilihan hidupnya, dari topik yang ditekuni, bacaan yang dipilih, hingga ruang diskusi yang dimasuki.

Ia menyebut kebebasan itu amat menyenangkan, namun senantiasa dibayangi oleh tanggung jawab.

"Anda bebas mengambil keputusan, tetapi Anda juga harus bersiap untuk menjelaskan alasannya dan menerima segala konsekuensinya," ujar dia.

Ia menegaskan bangku pendidikan tidak sepantasnya hanya dipandang sebagai alat mencari pekerjaan atau penghasilan belaka.

Lebih jauh dari itu, tambahnya, pendidikan merupakan landasan guna mengarungi kehidupan yang mandiri sekaligus membentuk pola pikir serta proses pengambilan keputusan seseorang.

Dalam iklim perguruan tinggi, lanjut Menko, mahasiswa dituntut tak sekadar menghafal materi, namun mesti sanggup menguji fondasi argumen, mengkritisi ide, dan bersedia menyimak perspektif yang bertolak belakang.

"Orang yang terdidik tidak akan pernah malu untuk mengatakan 'saya tidak tahu'. Menyadari bahwa kami belum tahu adalah langkah pertama menuju pengetahuan karena masalah sering kali bermula ketika seseorang merasa sudah mengetahui segalanya," kata Yusril.

Oleh karena itu, ia meminta para mahasiswa tidak risau jika belum mempunyai arah masa depan yang pasti, sebab rancangan, pilihan, maupun minat dapat terus berkembang berkat perjalanan hidup dan pengalaman yang didapat.

Menko menggarisbawahi kekeliruan atau kegagalan sekalipun sanggup menuntun seseorang ke jalur baru sehingga menjadi hal yang amat wajar.

"Belajar lah dengan sungguh-sungguh. Jangan takut untuk mengubah pandangan Anda saat menemukan argumen yang lebih baik dan jadi lah pribadi yang menggunakan pengetahuan serta kebebasannya dengan penuh tanggung jawab," tutur Menko menambahkan.

Pada agenda yang sama, Rektor President University Handa Abidin menitipkan tiga imbauan bagi mahasiswa baru demi membekali diri dalam kompetisi global.

Tiga arahan itu meliputi pembiasaan bahasa Inggris saban hari, memperluas relasi internasional, serta menyusun portofolio lewat kegiatan magang, usaha, maupun lomba sejak semester awal.

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengingatkan para mahasiswa mengenai pesatnya tren teknologi saat ini, khususnya Kecerdasan Buatan (AI), di mana secanggih apa pun AI, piranti itu tidak bakal bisa menandingi empati, nurani, dan kearifan manusia.

Sebab itu, ia memacu mahasiswa agar tidak semata berburu gelar akademik, melainkan berfokus memberikan solusi nyata bagi problem dunia yang mereka perhatikan.

Adapun acara PREUNI 2026 disemarakkan oleh jajaran mahasiswa baru President University serta dihadiri deretan dekan fakultas, guru besar, dan dosen.

Terkini