Pelni Siapkan 9 Kapal Baru, 3 Di Antaranya Didanai PMN Rp 4 Triliun

Minggu, 06 September 2026 | 20:29:31 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) [FOTO: NET].

JAKARTA - Korporasi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tengah mempersiapkan agenda pengadaan sembilan unit armada kapal baru guna memperkuat daya kapasitas armada di tengah tingginya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap layanan moda transportasi angkutan laut. 

Rencana strategis tersebut terbagi ke dalam pengadaan tiga unit kapal penumpang guna menopang pelayanan kewajiban pelayanan publik (public service obligation / PSO), serta penambahan enam unit kapal mandiri yang pembiayaannya akan bersumber langsung dari kas internal perusahaan.

Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan untuk pengadaan tiga kapal PSO, PELNI memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun. Sementara itu, total kebutuhan pengadaan tiga kapal tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 4,5 triliun.

"Ini hal yang sangat penting bagi kami, mengingat usia kapal kami. jadi untuk PMN itu memang kami mendapatkan sebesar Rp4 triliun. Untuk nilai kapal Rp4,5 triliun ya. Rp 500 miliar pakai dana kami sendiri sebenarnya," ungkap Budi, Rabu (2/9/2026).

Rencananya, ketiga unit kapal baru ini nantinya akan diproyeksikan untuk menggantikan armada kapal milik Pelni yang telah berusia lanjut, yakni KM Umsini yang dibangun pada era 1980-an, KM Lawit yang mulai beroperasi sejak 1987, serta KM Tidar yang dibangun pada tahun 1986.

Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, sejauh ini tercatat ada sebanyak 12 unit kapal Pelni yang usianya telah melampaui rentang waktu lebih dari 35 tahun.

Oleh sebab itu, tambahan pengadaan tiga unit kapal melalui skema suntikan dana PMN ini sebenarnya masih belum memadai untuk menuntaskan kebutuhan peremajaan keseluruhan armada secara paripurna.

Pihak Pelni sendiri mematok target bahwa unit kapal pertama dari total pengadaan tiga kapal PSO tersebut akan mulai diluncurkan pada bulan Juli 2029 mendatang.

Saat ini, rangkaian proses tahapan dari ketiga kapal tersebut masih terus berjalan secara progresif.

Pelni tercatat telah menunjuk korporasi asal Italia sebagai pihak pemenang yang dipercaya untuk menggarap rancangan desain kapal melalui mekanisme proses tender terbuka.

Diperkirakan dalam kurun waktu 10 bulan ke depan, tahapan fisik proses pembangunan unit kapal pertama sudah dapat dimulai pengerjaannya di galangan kapal yang nantinya akan ditetapkan secara resmi.

Di luar agenda pengadaan tiga kapal PSO tersebut, Pelni juga merancang rencana penambahan enam unit kapal yang akan diupayakan secara mandiri oleh perusahaan.

Salah satu opsi alternatif yang tengah dikaji secara intensif adalah penerapan skema leasing atau penyewaan kapal langsung dari penyedia jasa armada internasional.

"Terus ada yang rencana kapal jenis roll-on/roll-off (RoRo). Jadi itu juga bagian dari kami untuk memperbarui armada. Jadi kami tidak hanya tergantung pada PMN sebenarnya," ucapnya.

Langkah taktis tersebut ditempuh lantaran tingkat kebutuhan armada kapal pada sejumlah trayek rute pelayaran Pelni sudah tergolong sangat tinggi, sementara proses pembangunan unit kapal baru secara mandiri memerlukan rentang waktu pengerjaan yang panjang.

"Kami coba barengan," kata Budi ketika ditanya mengenai peta jalan (roadmap) pengadaan tiga kapal bersumber dana PMN dan enam kapal tambahan mandiri.

Terkini