KAI Tata Integrasi Stasiun Karet BNI City Demi Kenyamanan Pengguna

Sabtu, 05 September 2026 | 20:59:32 WIB
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba saat Jumpa Pers KAI di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pengerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City rampung dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan.

Langkah integrasi ini merupakan bagian dari pengembangan layanan angkutan urban KAI untuk menyesuaikan pertumbuhan jumlah penumpang di sejumlah stasiun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa integrasi dilakukan dengan menata akses penumpang agar perpindahan antarmoda berlangsung lebih aman dan nyaman.

"Jadi dapat kami sampaikan bahwa Karet saat ini sedang ada pekerjaan. Jadi sementara ditutup," kata Anne dalam agenda jumpa pers KAI di Stasiun BNI City pada Jumat (4/9/2026).

Dalam prosesnya, KAI menata area sekitar Stasiun Karet dengan melengkapi fasilitas penunjang integrasi antarmoda, seperti area ojek dan drop zone.

Fasilitas penghubung berupa travelator datar dan miring disiapkan dari sisi Stasiun Karet, serta pedestrian dan eskalator dari arah Jalan Kendal.

“Kami melihat bahwa ada potensi macet juga ketika kami tidak membenahi ini. Jadi stasiun Karet akan difasilitasi area drop zone. Dan kami juga menata untuk pejalan kaki sehingga stasiun Karet ini tetap aktif di dalam akses pelanggan, tetap aktif melayani jalur KRL,” jelas Anne.

Pengerjaan integrasi dilaksanakan secara bertahap selama satu hingga tujuh bulan, dan fasilitas yang rampung dapat langsung dimanfaatkan secara bertahap.

Anne menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak secara resmi ditutup atau dinonaktifkan, melainkan layanan naik dan turun penumpang KRL diintegrasikan dengan peron BNI City.

"81 tahun KAI belum pernah yang namanya menutup stasiun. Jadi saya sangat menolak diksi bahwa Karet ditutup," ujar Anne.

Fungsi Stasiun Karet tetap aktif dalam perlintasan KRL serta dimanfaatkan sebagai pintu akses pelanggan dan bagian dari integrasi antarmoda.

"Jadi nggak ditutup. Tetapi untuk layanan naik turun KRLnya itu diintegrasikan peronnya supaya lebih aman dengan melihat pertumbuhan volume pelanggan kami," tutur Anne.

Selain proyek Karet-BNI City, KAI turut melakukan penataan di stasiun bernavigasi tinggi lainnya seperti Stasiun Cawang, Duri, dan Bogor.

Penataan Stasiun Cawang ditujukan untuk mendukung integrasi LRT Cikoko, sementara Stasiun Duri ditata guna mengurai tingginya arus transit penumpang.

Untuk Stasiun Bogor, KAI menyiapkan pengembangan Intermoda Station Paledang beserta penataan akses angkutan umum yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor.

“Nah ini juga bagian dari masukan voice of customer dan kami melihat juga di media sosial bagaimana keadaannya stasiun ini ketika jam-jam sibuk. Sehingga yang menjadi prioritas kami pada saat ini di luar Karet-BNI City, Cawang, juga stasiun Duri,” ujarnya.

Terkini