Strategi BRI Pilih Ekspansi Kredit Selektif untuk Jaga Kualitas Aset

Sabtu, 05 September 2026 | 20:37:02 WIB
Bank BRI.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menerapkan strategi pertumbuhan kredit secara selektif di tengah upaya menjaga kualitas aset.

Perseroan tidak sekadar mengejar percepatan penyaluran kredit, tetapi juga memastikan ekspansi diarahkan kepada segmen dan debitur dengan profil risiko terukur.

Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menyampaikan bahwa pendekatan selective growth menjadi langkah perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis serta kualitas kredit.

Melalui strategi tersebut, BRI mengarahkan ekspansi pada sektor, segmen, maupun nasabah yang memiliki tingkat risiko sesuai kapasitas pengelolaan perseroan.

“Setiap pertumbuhan harus memiliki kualitas yang baik sejak awal. Karena itu, pengelolaan risiko dilakukan secara end-to-end, mulai dari proses pipeline akuisisi dan seleksi debitur, monitoring kualitas kredit, hingga collection dan recovery,” ujar Ety.

Penerapan strategi tersebut berlangsung di tengah tren ekspansi penyaluran kredit BRI yang masih tumbuh di atas rerata industri perbankan.

Hingga akhir Triwulan II/2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh 16,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.646 triliun.

Kendati penyaluran kredit tumbuh tinggi, BRI berhasil menjaga perbaikan sejumlah indikator risiko secara konsisten.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) melandai menjadi 2,9 persen pada akhir kuartal II/2026 dari posisi 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain NPL, rasio loan at risk (LaR) BRI juga membaik menjadi 9,1 persen pada akhir kuartal II/2026 dari 9,6 persen pada akhir 2025.

Penurunan rasio tersebut mencerminkan adanya perbaikan kualitas pada portofolio kredit yang dimiliki perseroan.

Ety menegaskan penguatan manajemen risiko menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis, terutama dengan besarnya porsi BRI pada sektor UMKM.

Portofolio UMKM tidak hanya berperan mendorong inklusi keuangan, melainkan harus dikelola sebagai lini bisnis dengan disiplin risiko yang kuat.

Perbaikan kualitas kredit tersebut turut menekan biaya risiko (Cost of Credit) BRI menjadi 3,1 persen pada akhir kuartal II/2026 dari sebelumnya 3,4 persen.

Hingga kuartal II/2026, total aset BRI Group mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan, dengan laba bersih konsolidasian sebesar Rp31,2 triliun.

Terkini