Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Menguat ke Level Rp17642 per Dolar Amerika

Jumat, 04 September 2026 | 00:37:32 WIB
Ilustrasi Rupiah Dan Dollar..

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Jumat (4/9/2026).

Pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026), mata uang rupiah berhasil menguat 84 poin menuju posisi Rp17.679 per dolar AS, setelah sempat melonjak hingga 105 poin secara intraday.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan penguatan rupiah pada akhir pekan disokong oleh sentimen positif internal, walau pasar tetap mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.630 hingga Rp17.680 per dolar AS," kata Ibrahim.

Sentimen pasar domestik terus membaik seiring fundamental ekonomi nasional yang solid serta komitmen bank sentral dalam menjaga kestabilan nilai tukar.

Pasar keuangan turut mencermati arah kebijakan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti yang resmi dilantik pada Rabu (2/9/2026) menggantikan Perry Warjiyo.

Gubernur BI berkomitmen menerapkan kebijakan responsif guna menjaga keseimbangan antara stabilitas keuangan dengan laju pertumbuhan ekonomi.

Katalis positif rupiah juga ditopang oleh kinerja neraca perdagangan nasional yang mencatatkan surplus US$0,12 miliar pada Juli 2026.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar keuangan mencermati spekulasi arah suku bunga The Fed jelang pertemuan kebijakan September.

Selain itu, pasar tenaga kerja AS diproyeksikan melandai dengan perkiraan penambahan 53.000 lapangan kerja pada Agustus 2026, yang menjaga tingkat pengangguran AS di angka 4,1 persen.

Senior Economist Allianz Trade North America Dan North menilai kondisi ketenagakerjaan AS relatif stabil namun minim daya dorong.

"Saya tidak melihat banyak pertumbuhan yang benar-benar kuat. Hal itu dapat dimengerti karena sebagai pemberi kerja, Anda menghadapi perang, harga energi yang naik turun, tarif, serta kebijakan pemerintah yang berubah dari hari ke hari," katanya.

Pada perdagangan Jumat (4/9/2026) pagi, rupiah dibuka menguat 47 poin atau 0,27 persen ke level Rp17.632 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan performa apik rupiah dipicu oleh meredanya tekanan dolar AS akibat sinyal dovish dari pejabat The Fed, Christopher Waller.

Dari ranah domestik, meredanya polemik independensi Bank Indonesia pasca pelantikan Destry Damayanti turut menyuntikkan kepercayaan bagi pasar.

"Secara umum sentimen dalam negeri masih sangat kondusif tanpa ada rilis data ekonomi penting hingga pekan depan," ujarnya.

Rupiah akhirnya menutup perdagangan Jumat (4/9/2026) dengan melesat 0,21 persen atau terapresiasi 37 poin ke level Rp17.642 per dolar AS, seiring penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Terkini