BULETINENERGI.COM — Kanker nasofaring (NPC) adalah jenis tumor ganas yang menyerang nasofaring, yaitu bagian atas tenggorokan di belakang rongga hidung. Penyakit ini memang tergolong langka di Amerika Serikat, namun prevalensinya jauh lebih tinggi di Asia Timur, Asia Tenggara, Afrika Utara, dan wilayah Arktik. Faktor pemicu utamanya adalah infeksi virus Epstein-Barr (EBV), yang kemudian diperkuat oleh kerentanan genetik dan paparan lingkungan.
Peran Virus Epstein-Barr dalam Mutasi Sel
Virus Epstein-Barr sebenarnya infeksi yang sangat umum dan sebagian besar orang dewasa pernah mengalaminya tanpa gejala signifikan. Namun dalam kasus yang jarang, EBV memicu perubahan genetik pada sel-sel di nasofaring yang akhirnya berkembang menjadi tumor ganas.
Infeksi EBV yang persisten melemahkan mekanisme pertahanan sel tubuh. Kombinasi antara infeksi virus menetap, predisposisi genetik, dan faktor gaya hidup tertentu meningkatkan risiko seseorang terkena NPC.
Gejala yang Sering Dianggap Sepele
NPC kerap muncul dengan gejala awal yang mirip gangguan ringan, sehingga banyak pasien baru menyadari penyakitnya setelah mencapai stadium lanjut. Keluhan yang paling umum antara lain hidung tersumbat, mimisan, nyeri telinga, atau gangguan pendengaran pada satu sisi.
Sumbatan pada telinga yang tak kunjung hilang setelah perjalanan udara merupakan salah satu tanda yang sering diabaikan. Jika disertai pendarahan tenggorokan, kelelahan kronis, dan penurunan berat badan, segera lakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis THT.