Untuk NTT, BRIN Kembangkan Rumah Modular Tahan Gempa

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:03:32 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan pengembangan rumah modular tahan gempa sebagai salah satu terobosan untuk menyokong masyarakat di kawasan rawan bencana, terkhusus Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BRIN Arif Satria mengutarakan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut mengulas inovasi BRIN pada pertemuannya bersama Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Salah satu terobosan yang disoroti yakni rumah modular tahan gempa yang dipandang dapat diterapkan dalam penanganan imbas gempa di NTT.

"Termasuk Bapak Presiden tadi juga menyinggung inovasi-inovasi BRIN yang diperlukan untuk mengatasi masalah gempa di NTT. Jadi tadi juga Presiden secara khusus men-mention bahwa ini ada BRIN, dan BRIN itu menghasilkan teknologi-teknologi yang memang bisa diaplikasikan di lapangan," kata Arif usai mendampingi Presiden Prabowo.

Menurut paparan Arif, BRIN kini telah memiliki tiga contoh bangunan rumah modular tahan gempa yang dibangun sejak 2021–2022. Ketiga unit fisik tersebut terbukti kokoh dan tetap utuh sewaktu diterjang guncangan gempa.

"Salah satu tadi yang dikenalkan oleh Bapak Presiden terkait dengan rumah modular tahan gempa, di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak tahun 2021-2022 yang alhamdulillah pada saat gempa tetap utuh," ujarnya.

Arif menyampaikan BRIN tengah menjalin koordinasi dengan beberapa mitra agar teknologi tersebut dapat diproduksi dalam skala lebih masif. Langkah ini esensial mengingat BRIN tidak dibebani kewenangan untuk mengeksekusi produksi massal.

"Nah sekarang ini sedang kami terus berkoordinasi dengan mitra ya, karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal, dan sehingga kami harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dan bisa lebih murah lagi," katanya.

Ia menilai eskalasi pengembangan rumah tahan gempa merupakan poin krusial bagi Indonesia mengingat banyak daerah memiliki derajat kerentanan bencana yang tinggi.

"Karena itu rumah tahan gempa ini saya kira sangat penting untuk daerah-daerah yang memang rentan terhadap gempa," ujar Arif.

Indonesia Berada di Ring of Fire

Arif membeberkan bahwa Presiden Prabowo juga mengingatkan letak geografis Indonesia yang membentang di jalur ring of fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi alamiah tersebut menyebabkan Indonesia menyimpan banyak titik rentan menghadapi aneka bencana alam, termasuk gempa bumi.

"Jadi Presiden tadi juga menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang ring of fire ya, banyak sekali titik-titik kerentanan terhadap bencana," katanya.

Menyikapi realitas tersebut, lanjut Arif, Presiden menekankan krusialnya riset serta rekayasa inovasi teknologi untuk menggembleng daya tangkal Indonesia dalam mengantisipasi maupun menanggulangi bencana.

"Sehingga Presiden tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus memberikan solusi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi di Indonesia," tandas Arif.

Terkini