Gandeng PLN, BEST kembangkan Kawasan Industri AI dan Data Center

Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:47:32 WIB
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk.

JAKARTA — PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BeFa) atau BEST menggandeng PT PLN (Persero) beserta sejumlah mitra strategis demi memperkuat pengembangan kawasan industri yang siap menopang pertumbuhan industri berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), data center, cloud computing, hingga sektor industri digital.

Kemitraan strategis ini diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertajuk “Powering The AI Ready Industrial Ecosystem-Power, Connection, Assured” di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, pada Kamis (27/8/2026).

Kerja sama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan BeFa Digital Town, yakni kawasan yang dirancang khusus untuk mendukung ekspansi industri berbasis AI, data center, cloud, smart manufacturing, Internet of Things (IoT), dan otomatisasi melalui kesediaan infrastruktur energi, air, serta konektivitas digital yang terpadu.

Direktur Utama BeFa Leo Yulianto Sutedja menerangkan, pesatnya perkembangan AI dan industri digital telah mengubah prioritas investor saat menentukan kawasan industri. Para pelaku usaha kini tidak lagi sekadar melihat ketersediaan lahan dan lokasi, melainkan kepastian infrastruktur yang menjamin operasional bisnis dapat langsung berjalan lancar.

“Bagi investor, yang utama adalah kepastian bahwa kebutuhan infrastruktur dapat terpenuhi sesuai kualitas dan jadwal yang diminta. Melalui kolaborasi ini, BeFa memastikan kesiapan listrik, konektivitas, air, dan infrastruktur pendukung lainnya secara terintegrasi. Bagi kami, AI-ready itu memberikan kepastian kepada tenant sejak hari pertama berinvestasi,” kata Leo.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekosistem AI dan data center membawa kriteria kebutuhan yang berbeda dibanding industri manufaktur konvensional. Faktor keandalan serta kontinuitas pasokan listrik, saluran konektivitas berkapasitas besar, ketersediaan air, dan fleksibilitas infrastruktur untuk diekspansi menjadi penentu utama lokasi investasi.

Oleh sebab itu, tantangan pengembangan kawasan industri masa depan tidak lagi sekadar menyiapkan fasilitas utilitas dasar, melainkan menjamin seluruh jaringan infrastruktur tersebut tersedia, terintegrasi, andal, serta siap ditingkatkan skalanya sesuai dinamika kebutuhan tenant.

BeFa merespons kebutuhan tersebut melalui strategi integrasi power, water, dan neutral fiber sebagai pilar utama kawasan. Lewat pendekatan ini, para investor dapat berfokus penuh pada ekspansi bisnis tanpa perlu terhambat persoalan awal terkait kesiapan fasilitas dasar.

Pada kesempatan yang sama, BeFa bersama Industrial Grid Nusantara (IGN) dan PT PLN (Persero) menyepakati MoU untuk memperkuat kepastian serta keandalan sistem kelistrikan kawasan. Di sisi lain, SolidBlue menjalin kerja sama MoU dengan XenithIG untuk memperkokoh pembangunan jaringan konektivitas dan infrastruktur digital di BeFa Digital Town.

Dalam industri berbasis AI serta data center, tantangan utama bukan hanya menyediakan kapasitas daya listrik yang besar, melainkan juga menyalurkan daya tersebut secara stabil serta mengembangkannya sejalan dengan laju pertumbuhan bisnis penyewa.

“Bersama PLN dan BeFa, kami ingin membangun kesiapan infrastruktur kelistrikan di dalam kawasan yang memungkinkan kebutuhan daya direncanakan sejak awal, ditingkatkan ketika bisnis berkembang, dan tidak menjadi hambatan bagi ekspansi tenant di kemudian hari. Bagi investor, kepastian seperti inilah yang semakin penting dalam menentukan lokasi investasinya,” ujar Direksi IGN.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) Rakhmad Dewanto menegaskan komitmen PLN dalam mendukung penyediaan pasokan energi listrik yang andal, berkualitas, serta adaptif mengikuti pertumbuhan kebutuhan pelanggan.

Ia menilai, kolaborasi strategis antara PLN, BeFa, dan IGN menjadi langkah nyata bersama dalam memberikan jaminan kepastian pasokan energi bagi para tenant dan calon investor.

Terkini