Harga Tembus Rp140 Ribu, DPRD Minta Cabai Rawit Masuk Pasar Murah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:42:01 WIB
Ilustrasi Pedagang Cabai Rawit dipasar.

JAKARTA - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Fitri Yusup Husain, mendorong pemerintah daerah agar mengikutsertakan komoditas cabai rawit ke dalam pelaksanaan program pasar murah. Desakan tersebut muncul menyusul lonjakan harga cabai rawit yang saat ini telah menembus angka Rp140.000 per kilogram.

"Harga cabai rawit saat ini menembus Rp140 ribu per kilogram. Harga yang sangat tinggi dan banyak dikeluhkan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha rumah makan," kata Fitri di Gorontalo Utara, Sabtu.

Menurut Fitri, lonjakan harga yang sangat signifikan tersebut perlu mendapat perhatian serius guna mencegah laju inflasi daerah. Ia berharap pihak pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif demi meredam gejolak harga di pasaran.

Fitri menegaskan bahwa saat pemerintah daerah menggelar operasi pasar murah, cabai rawit wajib dimasukkan sebagai salah satu barang pasokan utama. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk mengantisipasi kenaikan harga yang terus berlanjut.

Ia mengingatkan kejadian sebelumnya ketika harga cabai rawit di wilayah tersebut sempat melonjak hingga Rp180.000 per kilogram. Peristiwa serupa diharapkan tidak kembali terjadi di masyarakat. "Maka memasukkannya dalam komoditas pangan di pasar murah, perlu dilakukan," tegas Fitri.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara, Ajuba Thalib, menerangkan bahwa faktor musim kemarau menjadi pemicu utama melonjaknya harga cabai rawit. Tingkat produksi beserta pasokan dari petani mengalami penurunan tajam akibat cuaca panas.

Meskipun pasokan berkurang, tingkat permintaan masyarakat terhadap cabai rawit tetap tergolong tinggi. "Di mana-mana orang ke pasar pasti beli cabai karena komoditas itu menjadi rempah utama dalam masakan di daerah tersebut," ujar Ajuba.

Ia memberikan gambaran perbedaan kondisi dengan komoditas lain seperti tomat yang harganya justru merosot tajam. Harga komoditas tomat saat ini turun drastis menjadi Rp5.000 per kilogram dari yang sebelumnya mencapai Rp10.000 per kilogram.

Pihaknya memastikan bakal terus konsisten mengajukan komoditas cabai rawit agar dimasukkan ke dalam daftar komoditas pasar murah dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Terkini