BULETINENERGI.COM — Mitsubishi tua punya daya tarik tersendiri. Sayangnya, usia kendaraan yang tak lagi muda bikin sejumlah onderdil mulai menunjukkan tanda-tanda menyerah. Rahmat Hidayat, pemilik bengkel spesialis Mitsubishi Bangun Motor di Ciracas, Jakarta Timur, mengungkap penyakit paling umum yang sering ia temui di keenam model lawas ini.
Berbekal pengalaman 22 tahun di Mitsubishi Motors sejak 1997, Rahmat bilang kelistrikan, kaki-kaki, dan sistem bahan bakar jadi tiga area yang paling sering bermasalah. Berikut rinciannya.
Lancer dan Galant: Masalah Kelistrikan & Bahan Bakar
Untuk Lancer lawas, penyakitnya tergantung tipe mesinnya. Versi karburator biasanya cuma butuh penyetelan ulang, sedangkan versi injeksi lebih rumit."Kalau injeksi biasanya dari komputernya, servo lah kalau bahasanya. Buat injeksi RPM suka naik-turun dan kalau dipasang AC nge-drop," jelas Rahmat.
Sementara itu, Galant generasi Lele dan Hiu punya masalah di bagian coil. Komponen ini bisa melemah hingga mati karena faktor usia. "Umumnya penyakit ada di elektrikal, paling sering Galant Lele ya coil distributornya mulai lemah," tambahnya.
Mirage dan Outlander Sport: Rack Steer Aus hingga Kaliper Rem
Mirage yang sudah berusia lebih dari 10 tahun perlu diwaspadai bagian rack steer-nya yang mulai aus. Perbaikannya bukan perkara murah, bisa mencapai Rp 6 jutaan.Berbeda dengan Outlander Sport versi facelift. Masalahnya ada di kaliper rem belakang yang sering abnormal, bikin rem parkir tidak berfungsi. Biaya perbaikannya lebih dalam lagi, sekitar Rp 9 jutaan. Saat masih bekerja di Mitsubishi, Rahmat ingat gangguan ini sempat masuk program recall di Indonesia sekitar 2014.
Kuda, Delica, dan Grandis: dari Kelistrikan sampai Shockbreaker
Untuk Kuda, penyakitnya hampir mirip dengan Lancer, yaitu di sistem kelistrikan dan bahan bakar. Perbedaannya ada di kualitas spare part yang dipakai penggantinya.Delica justru jadi yang paling bikin kantong bolong. Shockbreaker depan-belakangnya bisa menghabiskan Rp 10 jutaan. "Spare part yang paling mahal di Mitsubishi itu Delica karena Completely Build Up (CBU) Jepang bukan Thailand. Dulu sering nanganin Delica, di Indonesia kan populasinya sedikit," ungkap Rahmat.
Terakhir, Grandis punya masalah di sistem pendinginan. Motor fan yang mati bikin mesin gampang overheat, ditambah radiator yang rawan bocor. Kebocoran seal-seal transmisi matik juga sering muncul karena faktor usia.
Buat kamu yang tertarik merawat Mitsubishi lawas, Rahmat menyarankan jangan menunda perawatan berkala. Ganti oli, cek radiator, termostat, busi, filter, injektor, sampai kaki-kaki perlu dilakukan sesuai kebutuhan kendaraan.