BULETINENERGI.COM — Pemerintah tengah menyusun peta jalan menuju kemandirian energi. Setelah berulang kali menegaskan capaian swasembada pangan, Presiden Prabowo Subianto kini mengarahkan fokus pada upaya mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar minyak impor.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan ribuan peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8). Ia optimistis target tersebut akan tercapai dalam waktu dekat.
Modal Ladang Gas dan Emas
"Kita sudah swasembada pangan. Dan sebentar lagi kita akan swasembada energi," kata Prabowo dalam pidatonya. Ia menambahkan, "Insyaallah dalam waktu yang tidak lama kita tidak perlu impor terlalu banyak BBM dari mana pun."
Keyakinan itu muncul setelah pemerintah memetakan potensi sumber daya alam dalam negeri. Prabowo mengaku telah meninjau langsung sejumlah temuan baru yang memperkuat posisi energi nasional.
"Saya telah lihat hasil-hasil kita sekarang. Kita temukan ladang-ladang gas, ladang-ladang emas yang luar biasa kekayaan kita," ujarnya. Temuan ini dinilai menjadi fondasi nyata untuk memangkas belanja impor energi yang selama ini menyedot devisa.
Perbaikan Program Makan Bergizi Gratis
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti evaluasi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengakui program yang telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat ini masih memiliki banyak kekurangan di lapangan.
"MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak. Kekurangannya masih banyak," akunya. Pemerintah disebut tengah membenahi berbagai persoalan teknis agar distribusi manfaat tepat sasaran, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat lanjut usia.
Pengawasan Koperasi Merah Putih
Prabowo turut menyinggung rencana operasionalisasi puluhan ribu Koperasi Merah Putih. Lembaga ini nantinya berperan sebagai ujung tombak distribusi barang bersubsidi agar sampai ke masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.
"Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan dan tidak akan diperdagangkan," tegasnya. Langkah ini sekaligus menjadi pengaman agar bantuan pemerintah tidak bocor ke pasar gelap.
Target swasembada energi yang dicanangkan pemerintah bukan sekadar jargon politik. Keberhasilan menekan impor BBM akan berdampak langsung pada stabilitas nilai tukar dan harga kebutuhan pokok di pasar. Namun, jalan menuju kemandirian energi masih panjang, mengingat konsumsi domestik yang terus tumbuh seiring aktivitas industri dan mobilitas masyarakat.