BWPT Rancang Pembagian Dividen Interim Pasca Kuasi Reorganisasi 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:19:01 WIB
Tangki penyimpanan CPO emiten perkebunan dan pengolahan sawit Grup Rajawali, PT Eagle High Plantation Tbk. (BWPT).

JAKARTA - PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menargetkan pembagian dividen kepada para pemegang saham seiring dengan melesatnya kinerja keuangan serta rampungnya proses kuasi reorganisasi.

Direktur sekaligus Chief Financial Officer (CFO) BWPT Choong Kam Loong menyampaikan bahwa perseroan tengah mengkaji pembagian dividen interim pada tahun berjalan.

Sementara itu, untuk dividen final akan dipertimbangkan lebih lanjut berdasarkan capaian kinerja keuangan perseroan pada akhir tahun buku 2026.

“Itu target kami bikin kuasi, pemegang saham setujui. Sudah jelas bahwa pemegang saham selain capital gain juga dividen. Tahun ini sedang mengkaji dividen interim sementara menunggu [dividen] finalnya tahun depan atas tahun buku 2026,” kata Kam Loong dalam Paparan Publik, Kamis (27/8/2026).

Langkah pembagian dividen ini menjadi target utama perseroan dalam memberikan manfaat optimal kepada para pemegang saham.

Manajemen menegaskan bahwa pemegang saham tidak hanya diharapkan mendapat keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain), tetapi juga dari imbal hasil dividen.

Pergerakan harga saham BWPT pun mencatatkan tren positif, yakni menguat 3,12 persen atau naik 3 poin ke level Rp99 per saham pada perdagangan Kamis (27/8/2026) pagi.

Secara kumulatif, performa harga saham emiten perkebunan kelapa sawit ini telah melonjak sebesar 26,92 persen sepanjang satu bulan terakhir.

Rencana pengucuran dividen ini sejalan dengan realisasi kinerja keuangan BWPT yang bertumbuh positif sepanjang semester I 2026.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,26 triliun, meningkat 17,15 persen dibandingkan capaian Rp2,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut mendorong kenaikan laba bersih BWPT sebesar 22,87 persen menjadi Rp211,19 miliar pada semester I 2026 dari sebelumnya Rp171,89 miliar.

Sebelumnya, BWPT menempuh langkah kuasi reorganisasi untuk mengeliminasi akumulasi defisit atau saldo laba negatif yang mencapai Rp3,71 triliun.

Penataan kembali struktur permodalan tersebut dilakukan guna membersihkan sisa beban akumulasi rugi yang selama ini menekan ekuitas perseroan.

Agenda kuasi reorganisasi ini sebelumnya telah mengantongi persetujuan penuh dari para pemegang saham melalui RUPSLB yang digelar pada 29 Juni 2026.

Terkini