JAKARTA — Kondisi kualitas udara belakangan ini kian menyita perhatian publik. Selain dipicu oleh pekatnya aktivitas transportasi, emisi polusi udara juga makin memburuk akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Paparan racun udara, termasuk partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau PM2.5, tidak sebatas mengganggu kenyamanan bernapas. Partikel berbahaya ini sanggup menembus saluran pernapasan dalam hingga memicu peradangan serta stres oksidatif di tubuh.
Di tengah tingginya ancaman ancaman polusi yang sulit dihindari, pemenuhan nutrisi bergizi menjadi sarana penting pertahanan fisik. Salah satunya lewat konsumsi makanan yang kaya akan kandungan antioksidan.
Berdasarkan publikasi riset dari Respiratory Research, paparan polusi seperti PM2.5 sanggup memicu pembentukan molekul reaktif dalam tubuh. Jika jumlahnya melimpah tanpa perlindungan seimbang, kondisi ini memicu timbulnya kerusakan sel.
Antioksidan memegang peranan krusial sebagai sistem pertahanan yang menetralkan molekul reaktif tersebut. Kandungan nutrisi ini relatif mudah diakses melalui pola konsumsi harian. Berikut jenis nutrisi antioksidan yang bagus dikonsumsi:
Vitamin C
Vitamin C merupakan jenis vitamin yang kaya antioksidan dan efektif memperkuat daya tahan tubuh. Varian sumbernya amat beragam, mulai dari buah jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, pepaya, hingga sayuran seperti paprika, brokoli, dan tomat.
Vitamin E
Vitamin E merupakan kelompok senyawa larut lemak beraktivitas antioksidan tinggi. Nutrisi ini banyak ditemui pada kacang almond, biji bunga matahari, minyak nabati, alpukat, dan sayuran hijau untuk meredam dampak paparan polusi.
Karotenoid dan Likopen
Merujuk studi dari Nutrients, karotenoid merupakan pigmen alami tumbuhan penyedia antioksidan. Sumber beta-karoten ada pada wortel dan ubi jalar, likopen pada tomat dan semangka, serta lutein pada bayam.
Polifenol dan Flavonoid
Polifenol serta flavonoid menjadi kelompok senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang melimpah pada konsumsi harian. Sumber utamanya mencakup aneka buah, sayuran, teh, kakao, kopi, biji-bijian, hingga rempah-rempah.
Sulforafana
Berbeda dari vitamin, sulforafana merupakan senyawa khas yang melimpah pada kelompok sayuran cruciferous, khususnya brokoli dan kecambah brokoli. Senyawa ini terbukti mengoptimalkan sistem pertahanan sel terhadap polusi lingkungan.
Meskipun makanan kaya antioksidan berkhasiat mendukung daya tahan tubuh, langkah mendasar yang paling utama tetaplah meminimalkan paparan polusi secara langsung melalui pembatasan aktivitas luar ruang dan penggunaan masker.