JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk senantiasa memantau kondisi lapangan serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pemerintah pusat terus menerus memantau dan terus menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini," ujar Prabowo saat mengecek kondisi pengungsi bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu.
Disiarkan melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Prabowo menyampaikan pihak pemerintah sudah merancang langkah penanganan darurat agar aktivitas sekolah dapat berjalan kembali. Demi menjaga keselamatan para siswa, proses belajar mengajar untuk sementara waktu akan ditempatkan di tenda pengungsian.
"Sudah kami siapkan perbaikan-perbaikan langkah-langkah sementara supaya sekolah bisa segera buka, bisa segera kami jalankan, mungkin untuk keamanan sekolah-sekolah mungkin di tenda dulu," katanya.
Prabowo menghimbau warga agar tetap bersabar selama penanganan pascabencana berlangsung. Merujuk pada analisis para ahli kaji bencana, situasi wilayah tersebut diperkirakan baru benar-benar aman dalam kurun waktu tiga minggu ke depan.
"Menurut para ahli kami butuh kurang lebih sabar, mungkin maksimal tiga minggu lagi baru lewat aman," ujar Prabowo.
Apabila situasi telah dinyatakan stabil dan aman, pemerintah bakal segera memulai pembangunan hunian sementara serta melakukan perbaikan pada tempat tinggal warga yang mengalami kerusakan.
Prabowo memastikan pemerintah tidak akan menelantarkan para korban dan siap memberikan pendampingan serta bantuan hingga situasi kembali pulih.
"Percayalah pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kami hadir dan kami akan terus membantu saudara-saudara," kata Prabowo.
Pada kunjungan itu, Prabowo turut menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada para warga yang kehilangan sanak saudara akibat bencana alam tersebut.
"Saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya," kata Prabowo.
Berdasarkan data BNPB hingga Selasa (25/8), jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu telah mencapai 103 orang.