Ajang Taiwan Beats, Wamenekraf Dorong Kolaborasi Talenta Musik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:58:32 WIB
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar berpandangan bahwa ruang lingkup subsektor musik mampu bertindak sebagai wadah kolaborasi strategis yang sanggup merintis celah peluang pertukaran talenta guna memperluas penetrasi akses pasar ke kancah global, selaras dengan momentum perhelatan Taiwan Beats in Jakarta.

“Musik memiliki kekuatan untuk mempertemukan manusia, budaya, dan bangsa. Karena itu, Taiwan Beats in Jakarta bukan hanya sebuah kegiatan musik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui ekonomi kreatif,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima, Rabu (26/8/2026).

Irene memaparkan bahwa Indonesia dianugerahi limpahan kekayaan talenta, variasi subsektor musik yang kaya, serta ekosistem komunitas kreatif yang bertumbuh secara progresif. Di sisi seberang, pihak Taiwan memiliki landasan ekosistem kreatif yang sangat dinamis disertai rekam jejak pengalaman mapan dalam hal pengelolaan industri budaya.

Lewat penyelenggaraan Taiwan Beats in Jakarta ini, relasi interaksi di antara para pegiat industri musik tanah air dan Taiwan diproyeksikan mampu bertransformasi menjadi bentuk kemitraan jangka panjang yang berkesinambungan, sekaligus merangsang terciptanya ragam kesempatan emas bagi para talenta serta pelaku ekonomi kreatif dari kedua belah negara.

Sebagai informasi, program Taiwan Beats sendiri merupakan agenda inisiasi yang dimotori oleh Bureau of Audiovisual and Music Industry Development (BAMID) di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Taiwan, serta diselaraskan pengembangannya bersama Taiwan Creative Content Agency (TAICCA).

Seluruh rangkaian agenda kegiatan Taiwan Beats di wilayah Indonesia diselenggarakan sepanjang rentang tanggal 21 hingga 25 Agustus 2026 bertempat di kota Jakarta dan Bali, dengan mengusung beragam muatan acara meliputi forum pertukaran industri, sesi pencocokan bisnis (business matching), seminar edukatif, kunjungan kerja industri, hingga pergelaran pameran karya musik (showcase).

Program tersebut turut menggandeng perhelatan LaLaLa Fest 2026 guna memperluas fungsi dasar festival agar bertindak optimal sebagai platform bisnis komersial antarperusahaan (business-to-business / B2B). 

Kolaborasi ini melibatkan partisipasi sekitar 50 delegasi dari sektor industri musik Taiwan dalam agenda sesi jejaring (networking) serta business matching, yang difokuskan mempertemukan para pemangku kepentingan industri sekaligus membuka lebar pintu peluang kerja sama di pasar domestik Indonesia.

Sinergi antara Taiwan Beats dan LaLaLa Fest tersebut dinilai sangat sejalan dengan visi dorongan Kementerian Ekraf agar setiap festival musik tidak sekadar berhenti pada fungsi hiburan semata, melainkan mampu bertransformasi menjadi ruang interaksi industri, perluasan jejaring relasi, pertukaran talenta, etalase promosi karya, hingga gerbang pembuka akses pasar mancanegara.

Kehadiran rombongan delegasi asal Taiwan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai momentum strategis guna memperkenalkan potensi kekuatan sektor ekonomi kreatif Indonesia secara lebih luas kepada para mitra internasional.

Irene mengutarakan bahwa melalui medium ekonomi kreatif, jalinan kerja sama berbasis kreativitas tidak hanya berhenti pada sebatas penciptaan sebuah karya fisik, melainkan sanggup berkembang menjelma menjadi sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan.

“Musisi dan pelaku kreatif harus memiliki kesempatan untuk memperluas pasar, membangun jejaring internasional, mengembangkan kekayaan intelektual, serta memperoleh manfaat ekonomi yang semakin besar dari karya mereka,” ungkap Irene.

Pertemuan dari dua kutub ekosistem kreatif ini diestimasi mampu membentangkan peluang seluas-luasnya bagi para musisi dan kreator untuk saling bertukar pengalaman, menelurkan karya seni kolaboratif, memperkenalkan kekayaan budaya, hingga menembus jangkauan pendengar global.

Kementerian Ekraf secara konsisten terus memacu penguatan industri musik nasional melalui ragam program pembinaan talenta, perluasan jejaring kemitraan, promosi karya seni, serta pembukaan akses jaringan internasional.

Terkini