Arbitrase AS Perintahkan Washington Post Kembalikan Kolumnis Karen Attiah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:39:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Keputusan arbiter swasta Sarah Miller Espinosa menyatakan Washington Post melanggar perjanjian kerja dan tidak memiliki alasan kuat untuk memecat Attiah pada September 2025. Dalam salinan putusan yang diperoleh pengacara Attiah dan dikutip media AS, Espinosa menulis "The Washington Post gagal membuktikan bahwa penggugat melakukan pelanggaran berat".

Kronologi Pemecatan dan Isi Unggahan

Pemecatan Attiah berawal dari unggahannya di platform Bluesky setelah Kirk tewas pada September 2025. Dalam salah satu unggahan, Attiah merujuk pada pernyataan masa lalu Kirk tentang perempuan kulit hitam.

Surat pemecatan yang diterbitkan Post menyebut unggahan tersebut melanggar kebijakan media sosial perusahaan. Kebijakan itu mewajibkan karyawan menjaga perilaku daring tetap hormat dan tidak merusak integritas jurnalisme surat kabar.

Attiah menegaskan putusan ini membenarkan posisinya sejak awal. "Saya lega akhirnya catatan ini diluruskan," ujarnya dalam pernyataan resmi, seraya menyebut pemecatan tersebut sebagai pemutusan hubungan kerja yang salah.

Tekanan Konservatif dan Arah Baru Redaksi

Pemecatan Attiah terjadi di tengah kampanye konservatif yang lebih luas untuk menuntut konsekuensi profesional bagi individu yang komentarnya tentang pembunuhan Kirk dianggap ofensif. Attiah sendiri telah menghabiskan lebih dari satu dekade di Post sebagai editor dan kolumnis opini yang fokus pada isu ras, gender, dan hak asasi manusia global.

Perkara ini muncul di tengah gejolak internal Post di bawah kepemilikan Jeff Bezos. Pada Februari 2025, Bezos mengumumkan bagian opini akan mengubah fokus editorialnya seputar tema kebebasan pribadi dan pasar bebas.

Tekanan Finansial dan PHK Massal

Post juga menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Pada Februari lalu, surat kabar tersebut mengumumkan perampingan yang memengaruhi sekitar sepertiga tenaga kerjanya.

Pemotongan tersebut menjangkau meja internasional, penyuntingan, metropolitan, dan olahraga seiring perusahaan menanggung kerugian finansial yang terus meningkat. Putusan arbitrase ini menjadi kewajiban baru bagi Post di tengah upaya stabilisasi bisnisnya.

Terkini