81 Persen Pelajar Andalkan Orang Tua Soal Uang, Literasi Finansial di Sekolah Masih Minim

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:35:00 WIB

BULETINENERGI.COM — Kemampuan mengatur keuangan kini menjadi keterampilan hidup yang menentukan, bukan sekadar pelengkap. Sayangnya, kesiapan generasi muda menghadapi tantangan finansial masih jauh dari harapan.

Survei Pendidikan Keuangan Intuit mencatat, 81 persen siswa sekolah menengah menjadikan orang tua sebagai sumber utama ilmu keuangan. Ironisnya, pemahaman orang dewasa terhadap literasi keuangan sendiri masih rendah.

Kenapa Pelajaran Uang di Kelas Masih Jauh dari Harapan?

Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memang sudah mewajibkan mata pelajaran keuangan pribadi selama satu semester penuh. Namun penerapannya di lapangan tidak mulus.

Materi keuangan kerap hanya dititipkan pada mata pelajaran lain seperti Matematika atau Ekonomi. Pembahasannya pun dangkal dan kurang kontekstual.

Hambatan lain datang dari tenaga pengajar. Banyak guru merasa kurang percaya diri karena tidak punya latar belakang finansial untuk menyampaikan materi dengan cara yang menarik.

Lima Pilar Kecerdasan Finansial yang Terlupakan

Para pendidik disarankan membangun pemahaman finansial siswa lewat lima pilar utama. Dimulai dari kebiasaan menabung, memetakan pengeluaran, memahami sistem kredit, mengelola utang, hingga berinvestasi.

Lima fondasi ini dinilai mampu membentuk kebiasaan mengelola uang yang sehat sejak dini. Namun tanpa praktik nyata, materi ini mudah menguap begitu ujian selesai.

Belajar Uang Tanpa Mengantuk di Kelas

Ahli mengingatkan bahwa urusan uang tidak bisa diajarkan lewat ceramah teori yang monoton. Pembelajaran akan lebih membekas jika dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Beberapa metode yang bisa diterapkan antara lain simulasi pasar saham interaktif, debat ekonomi untuk melatih berpikir kritis, hingga mengundang bankir atau wirausahawan langsung ke kelas. Platform gratis seperti Khan Academy dan You Need A Budget juga bisa dimanfaatkan sebagai media ajar.

Dengan kurikulum yang tepat, pelatihan guru yang memadai, dan dukungan teknologi, literasi keuangan diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mandiri secara finansial.

Terkini