JAKARTA - Double cleansing atau metode membersihkan wajah memakai dua jenis pembersih sekaligus sudah lama populer sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit, khususnya pada malam hari. Metode ini umumnya diawali dengan pembersih berbahan dasar minyak atau cleansing balm, lalu diteruskan dengan pembersih berbahan dasar air. Tujuannya adalah membantu mengikis sunscreen, makeup, serta sisa produk yang menempel di kulit.
Namun, double cleansing bukan berarti semakin sering mencuci wajah akan menghasilkan kondisi yang selalu lebih baik.
Dermatolog asal New York, Julie Russak, mengungkapkan bahwa kebutuhan untuk mempraktikkan double cleansing sangat bergantung pada rutinitas harian seseorang, terutama tingkat penggunaan sunscreen dan makeup.
“Ini merupakan penerapan prinsip kimia yang masuk akal, bukan sekadar tren perawatan kulit,” tutur Russak, disadur dari Brydie.
Kapan Double Cleansing Dibutuhkan?
Double cleansing dapat menjadi solusi ideal tatkala wajah diusap produk yang sulit terangkat hanya dengan satu kali pembilasan, seperti sunscreen atau makeup.
Russak menerangkan, pembersih berbahan dasar minyak atau balm dapat dipakai terlebih dahulu untuk melarutkan sunscreen dan makeup. Sesudahnya, pembersih bertekstur gel digunakan untuk menyapu sisa kotoran yang masih tertinggal di kulit.
Pembersih minyak bekerja efektif untuk produk waterproof karena mampu melarutkan zat berbasis minyak, termasuk sunscreen dan makeup. Usai diusapkan pada kulit kering, pembersih tersebut lalu diemulsikan menggunakan air sebelum akhirnya dibilas.
Uniknya, pembersih berbahan dasar minyak tidak serta-merta menjadi momok bagi pemilik kulit berminyak. Russak menyatakan bahwa produk yang berlabel nonkomedogenik aman digunakan untuk bermacam jenis kulit, termasuk kulit berminyak hingga yang rawan berjerawat.
Tidak Semua Orang Perlu Cuci Wajah Dua Kali
Kendati demikian, double cleansing tidak harus menjadi standar wajib untuk semua orang. Russak menjelaskan, individu dengan kondisi kulit yang masih muda dan cuma mengaplikasikan sedikit produk perawatan kulit tidak memerlukan pembersihan wajah hingga dua tahap.
Demikian pula bagi pemilik kulit kering di masa menopause, yang umumnya sudah cukup memakai pembersih berbahan dasar susu atau milk cleanser.
Dengan kata lain, kondisi dan kebutuhan kulit wajib dijadikan bahan pertimbangan sebelum menambah langkah baru dalam rangkaian perawatan wajah. Banyaknya tahapan skincare tidak senantiasa menjamin kulit bakal meraih hasil yang lebih maksimal.
Dermatolog Danny Guo juga memaparkan bahwa penentuan jenis pembersih idealnya disesuaikan dengan kondisi kulit, bukan sekadar melihat teksturnya. Kulit kering dan dehidrasi, contohnya, lebih pas menggunakan pembersih berwujud krim atau minyak, sedangkan formula gel umumnya lebih tepat untuk tipe kulit berminyak. Namun, pembagian tersebut bukanlah aturan yang kaku.
Terlalu Sering Membersihkan Wajah Bisa Jadi Masalah
Alih-alih membuat wajah kian bersih, kebiasaan membersihkan kulit secara berlebihan (over-cleansing) justru berpotensi memicu masalah baru.
Russak menyebut over-cleansing sebagai problem klinis nyata yang sering tak disadari, sebab orang jarang menghubungkan keluhan pada kulit dengan kebiasaan mencuci wajah.
“Namun, tanda-tandanya konsisten, yaitu kulit terus terasa kencang, semakin sensitif, lapisan pelindung kulit terganggu, dan jerawat justru semakin banyak meski wajah lebih sering dibersihkan,” jelas Russak.
Fenomena ini dapat terjadi sewaktu seseorang terlalu bernafsu mengejar sensasi kulit yang terasa sangat bersih seusai mencuci muka.
Russak mengingatkan, sensasi kulit yang terasa tertarik dan benar-benar “kesat” setelah dibilas bukanlah jaminan bahwa proses pembersihan telah berjalan dengan benar. Pada formula gel tertentu yang mengandung kadar sulfat tinggi, pemakaian dua kali sehari yang dipadukan dengan air panas bahkan berisiko mengikis lapisan pelindung kulit (skin barrier).
Oleh sebab itu, double cleansing sebaiknya diposisikan sebagai langkah opsional sesuai kebutuhan, bukan kewajiban kaku di setiap rutinitas skincare.
Apabila dalam keseharian wajah hanya menggunakan sedikit produk serta tidak terpapar makeup atau sunscreen yang pekat, satu kali pembersihan memakai produk yang pas sudah tergolong cukup.
Sebaliknya, bagi mereka yang rutin memakai sunscreen atau makeup, khususnya varian yang tahan air, dua tahap pembersihan akan sangat membantu memastikan sisa produk benar-benar terangkat sempurna.
Pada akhirnya, urutan membersihkan wajah tidak perlu diperpanjang hanya demi mengejar sensasi kulit yang terasa sangat kesat. Saat kulit mulai terasa kencang, sensitif, atau malah kian bermasalah usai lebih sering dibersihkan, bisa jadi yang dibutuhkan bukanlah cleanser tambahan, melainkan memangkas tahapan yang tidak diperlukan.