Manfaatkan Nikel, Danantara Dorong Motor Listrik Buatan Lokal

Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:00:02 WIB
Karyawan melintas di dekat logo BPI Danantara di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memacu lahirnya motor listrik yang betul-betul diproduksi di dalam negeri. Dengan memanfaatkan keunggulan pasokan nikel nasional, Danantara membeberkan strategi dalam memperkokoh ekosistem motor listrik nasional.

Managing Director Industrialisasi BPI Danantara Ardy Muawin mengutarakan komitmen instansi dalam mengawal pengemasan Motor Listrik Nasional (Molinas). Penguatan industri kendaraan roda dua ramah lingkungan ini tidak boleh sekadar berfokus pada aktivitas pengemasan ulang (repacking), melainkan wajib menguasai tahapan perancangan hingga riset dan pengembangan (research and development/R&D).

"Danantara berharap ada motor listrik yang dibangun di Indonesia. Tentunya yang kedua, kami berharap sudah punya production facility juga. Jadi memang benar-benar dibangun di Indonesia supaya TKDN-nya dapat," ujar Ardy di sela-sela, BIG Industrial Insights 2026 yang mengangkat tema Navigating The Challenges of The Motorcycle Industry, Kamis (20/8/2026).

Di samping fasilitas manufaktur, penentuan bahan baku baterai menjadi elemen krusial dalam peta jalan industri otomotif nasional. Berbeda dari Tiongkok yang gencar memacu baterai lithium iron phosphate (LFP) melewati kucuran insentif negara akibat keterbatasan cadangan nikel, Indonesia mengantongi peluang besar mengoptimalkan potensi nikel yang melimpah sebagai pilar utama.

“Cina itu kenapa push LFP dengan lithium ferro? Karena dia tidak punya nikel. Jadi negaranya hadir dengan memberikan insentif LFP, sehingga economic scale-nya bagus, harga bisa turun. Nah, Indonesia kan punya nikel, dibalik. Jadi secara prinsip Molinas itu adalah Indonesia motor listrik," jelasnya.

Pengembangan Molinas ditempatkan pada kerangka ekosistem yang saling menopang, melingkupi seluruh rantai pasok dari hilir hingga hulu. Dalam arsitektur investasi ini, PT LEN Industri (Persero) selaku anak usaha Danantara berkolaborasi bersama deretan mitra strategis, mencakup pabrikan yang telah memiliki lini produksi serta hak kekayaan intelektual (intellectual property) lokal seperti Gesits dan Alva.

Keterlibatan Danantara pada struktur permodalan tidak terbatas bagi satu entitas tunggal. Skema investasi dialokasikan secara terintegrasi ke bermacam lini penunjang, mulai dari penyertaan modal di PT Industri Baterai Indonesia (IBC), penguatan manufaktur kendaraan di PT Pindad (Persero), hingga penyediaan sarana stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) bersama PT Pertamina (Persero).

Demi menopang keterjangkauan harga di tingkat konsumen, Danantara turut menggandeng perbankan Himpunan Bank Negara (Himbara) guna mematangkan skema pembiayaan khusus. Integrasi lintas sektor yang merangkul BUMN, pelaku usaha swasta, serta lembaga keuangan ini menjadi cerminan semangat "Indonesia Inc" seperti yang diarahkan pemerintah.

"Jadi ekosistem itu harus saling support dengan harapan ke depannya kami bisa lebih maju. Jadi bukan hanya motor saja, nanti yang lain-lainnya juga ekosistem itu yang akan dikembangkan," pungkas Ardy.

Terkini