Dampak Kabut Asap Karhutla terhadap Mata dan Cara untuk Melindunginya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:41:32 WIB
Ilustrasi Populasi Asap Di Kota.

JAKARTA - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerpa sejumlah wilayah menimbulkan dampak kesehatan yang teramat serius. Selain memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kabut asap pekat ini juga mengganggu jarak pandang sekaligus mengancam kesehatan mata.

Secara medis, asap karhutla membawa campuran uap air, gas toksik, dan partikel mikroskopis yang mudah terbang terbawa angin. Saat mengenai mata, partikel halus ini langsung menempel pada permukaan mata sehingga memicu rasa perih, mata berair, hingga kemerahan.

Sensasi yang dirasakan kerap menyerupai mata kemasukan pasir. Dampak ini menjadi jauh lebih parah bagi penderita mata kering serta pengguna lensa kontak karena partikel iritan berpotensi terperangkap di area kornea.

Dokter mata dan spesialis kornea Nishika Reddy menjelaskan bahwa air mata tersusun atas keseimbangan komponen air, minyak, lendir, dan protein.

"Gangguan pada keseimbangan tersebut dapat menyebabkan masalah serius. Gas dan partikel dalam asap dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang nyata dan, terkadang, penglihatan menjadi kabur," ujar Reddy.

Sejumlah gejala iritasi mata akibat paparan kabut asap karhutla meliputi sensasi terbakar, mata merah, produksi air mata berlebihan, gatal, kelopak mata membengkak, hingga penglihatan kabur sementara.

Guna mengantisipasi kerusakan pada mata, penggunaan kacamata pelindung atau goggles yang menutupi area sekitar mata sangat disarankan saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diimbau untuk membatasi aktivitas luar rumah, menutup rapat jendela, serta menyalakan pemurni udara jika memungkinkan.

Penggunaan obat tetes mata buatan tanpa pengawet secara berkala dinilai ampuh untuk membilas partikel iritan. Kompres dingin pada kelopak mata tertutup turut membantu meredakan rasa panas atau gatal.

Langkah krusial lainnya adalah menghindari kebiasaan mengucek mata agar partikel asap tidak terdorong lebih dalam ke lapisan kornea. Jika keluhan iritasi berlanjut, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter mata.

Terkini