BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75% Demi Stabilitas Rupiah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 01:09:32 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti [FOTO: NET].

JAKARTA — Bank Indonesia memutuskan untuk mempertimbangkan dan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada kisaran 5,75% merujuk hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026. Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Pjs. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam pengumuman RDG Agustus 2026 pada hari ini, Rabu (19/8/2026).

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ujar Destry.

Dalam pengumuman penetapan suku bunga BI hari ini, bank sentral turut mempertahankan tingkat suku bunga Deposit Facility serta Lending Facility masing-masing pada level 4,75% dan 6,50%.

Destry menegaskan bahwa keputusan suku bunga ini tetap selaras dengan komitmen menjaga kestabilan nilai tukar rupiah di tengah kuatnya gejolak pasar global imbas perang di Timur Tengah. Langkah moneter tersebut juga disiapkan sebagai upaya mengawal laju inflasi agar tetap berada pada rentang target 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah, sekaligus menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi.

"Bank Indonesia memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta meningkatkan likuiditas, dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas," ujar Destry.

Berdasarkan hasil survei BIG Consensus Insights yang diselenggarakan oleh DataIndonesia.id sebagai bagian dari platform riset Bisnis Indonesia Group (BIG), seluruh atau 10 ekonom dan analis memprediksikan bahwa BI Rate bakal ditahan atau tidak mengalami penyesuaian dari level saat ini di 5,75%.

Seluruh responden secara serempak memproyeksikan tak ada pergeseran (0 bps) pada BI Rate, didukung nilai standar deviasi 0,00 yang menandakan tingkat keyakinan yang sangat solid serta seragam di antara kalangan ekonom dan analis mengenai keputusan BI periode ini.

Catatan Bank Indonesia memperlihatkan BI Rate telah dipertahankan di posisi 5,75% sejak RDG Juli 2026, usai sebelumnya BI mengerek suku bunga acuan secara akumulatif hingga 100 bps sepanjang Mei-Juni 2026.

Survei BIG Consensus Insights juga merinci jajaran faktor yang diperkirakan paling dominan memengaruhi keputusan BI Rate dalam RDG Agustus 2026, yakni stabilitas nilai tukar rupiah (80,00%), inflasi dalam negeri (60,00%), aliran modal asing (40,00%), arah suku bunga The Fed (30,00%), laju pertumbuhan ekonomi domestik (20,00%), risiko dinamika geopolitik (20,00%), serta kondisi likuiditas perbankan (10,00%).

Lebih lanjut, sebanyak 60,00% ekonom/analis yang terlibat dalam riset BIG Consensus Insights menilai bahwa tendensi kebijakan BI mendatang bakal mengarah netral, sedangkan 40,00% sisanya memandang arah kebijakan masih cenderung hawkish. Kondisi ini menandai bahwa walau BI diperkirakan menahan suku bunga pada RDG kali ini, sebagian ekonom menilai peluang pengetatan susulan belum sepenuhnya tertutup.

Mengenai estimasi penyesuaian BI Rate berikutnya, mayoritas responden (80,00%) menilai pergeseran suku bunga acuan baru bakal berhembus pada kuartal IV/2026, sementara 20,00% memproyeksikan tidak akan ada perubahan BI Rate hingga penutupan tahun 2026.

Terkini