Kirim 65 Ton Bantuan, Pemerintah Perkuat Logistik Korban Gempa NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:49:32 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia memberangkatkan pasokan bantuan logistik seberat 65 ton guna disalurkan kepada para masyarakat yang menderita akibat bencana gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) lewat fasilitas Bandara Halim Perdanakusuma pada hari Rabu (19/8/2026) tepat pukul 04.00 WIB.

Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, serta Komandan Grup 1 Angkut TNI AU Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma meninjau langsung pesawat jenis angkut berat Airbus A400M Atlas bernomor ekor A-4001.

"Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik," kata Teddy dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026).

Teddy memaparkan bahwa pada tahap pengiriman bantuan gelombang perdana, logistik seberat 27 ton sempat diterbangkan terlebih dahulu. Hingga memasuki hari kelima ini, akumulasi total bantuan yang sukses terangkut telah mencapai angka 253 ton.

Berbagai macam bantuan yang dikirimkan mencakup komoditas pangan, air minum, tenda pengungsian, perangkat kesehatan, serta beraneka ragam kebutuhan krusial lainnya bagi warga yang tertimpa musibah. Guna mengoptimalkan kecepatan distribusi, pihak pemerintah mendirikan dua posko induk utama yang berpusat di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko Labuan Bajo difungsikan sebagai titik tumpu penyaluran bantuan menuju kawasan Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, serta Kabupaten Ngada. Sementara itu, distribusi logistik yang berpangkal dari posko Maumere diarahkan ke wilayah Sikka, Ende, Nagekeo, dan daerah-daerah lain yang memerlukan uluran tangan.

"Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat," ujar Teddy.

Melalui jalur pelayaran laut, tiga unit kapal perang KRI milik TNI AL telah bersiaga di kawasan terdampak, disusul kehadiran satu unit kapal rumah sakit yang dijadwalkan lekas bergabung. Di sisi lain, merujuk pada laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum, akses jalur darurat menuju lokasi bencana terpantau sudah bisa dilalui sejak hari kedua pascagempa.

Sampai dengan Rabu pagi, tercatat hampir 10.000 personel gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan di Pulau Flores, baik dari unsur pasukan yang memang bertugas di wilayah tersebut maupun tambahan kekuatan personel yang didatangkan khusus dari luar Flores.

Pemerintah, kata Teddy, terus memantau seluruh proses penanganan agar bantuan tidak berhenti di posko, tetapi segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat," kata dia.

Teddy turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada segenap elemen dan unsur yang berpartisipasi aktif dalam misi penanggulangan bencana, mulai dari jajaran aparat, para relawan, hingga segenap warga masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasakan manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak. Mari kami doakan bersama," tandas Teddy.

Terkini