JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah atas dolar AS menunjukkan tren positif bertepatan dengan momen peringatan kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8). Pada sesi pembukaan hari ini, mata uang Garuda terapresiasi hingga menyentuh Rp 17.792 per dolar AS.
Merujuk pada data Bloomberg, capaian ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,20 persen atau naik 35,00 poin. Posisi tersebut terekam pada pukul 22.42 EDT atau 09.42 WIB, setelah pada sesi sebelumnya rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp 17.827 per USD.
Sebelumnya, laju rupiah juga sempat mengalami lonjakan signifikan pada 10 Agustus lalu. Kondisi ini dipicu oleh pendorongan surat presiden (surpres) oleh pemerintah terkait calon Gubernur Bank Indonesia (BI), di mana nama Destry Damayanti menjadi kandidat tunggal yang diusulkan.
Dalam kurun waktu tersebut, mata uang domestik terangkat 0,88 persen atau setara 158 poin menuju tingkat Rp 17.739 per dolar AS. Penguatan ini terjadi kala para pelaku pasar fokus mengamati dinamika suksesi kepemimpinan di Bank Sentral.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pihak eksekutif telah berkoordinasi secara intensif dengan DPR RI serta menyerahkan berkas surpres guna diproses berdasarkan ketentuan regulasi yang berlaku.
Di luar pencalonan Gubernur BI, surpres yang disodorkan pemerintah juga memuat nama-nama calon pengganti Deputi Gubernur Senior BI, calon pengganti Deputi Gubernur BI, calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga kandidat duta besar bagi sejumlah negara mitra.
“Kami mengirimkan beberapa surpres ke DPR, tadi kami sudah berkomunikasi dengan DPR dengan Ibu Puan dan Pak Dasco yang sudah secara resmi kami serahkan beberapa surpres yang pertama adalah mengenai calon Gubernur Bank Indonesia disertai dengan calon Deputi Gubernur Senior,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen RI, Senin (10/8).