Inilah 6 Manfaat Besar Anak Ikut Mengerjakan Tugas Rumah Tangga

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:25:01 WIB
Ilustrasi Anak Ikut Mengerjakan Tugas Rumah Tangga.

JAKARTA - Aktivitas domestik sehari-hari mungkin terkesan sebagai agenda rutin biasa, seperti menata tempat tidur, meletakkan piring kotor di dapur, hingga menyapu lantai.

Bagi orang tua, merapikan rumah sendiri tentu terasa jauh lebih cepat selesai. Kendati demikian, mengikutsertakan buah hati dalam tugas domestik dapat menjadi sarana edukasi yang sangat berharga.

Lantas, apa saja faedah penting melatih anak mengerjakan tugas-tugas rumah tangga?

Membantu membangun kepercayaan diri

Keberhasilan menuntaskan tugas secara mandiri memberikan dorongan emosional bahwa anak mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.

Melansir penelitian dari Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, frekuensi melakukan pekerjaan rumah pada masa taman kanak-kanak berkaitan dengan persepsi kompetensi sosial dan akademik, hubungan dengan teman sebaya, serta kepuasan hidup yang lebih baik.

Melatih kemandirian

Keterlibatan dalam urusan rumah tangga melatih anak untuk bertindak bagi dirinya sendiri tanpa selalu menunggu arahan orang tua. Kebiasaan simpel seperti menata tempat tidur atau merapikan mainan menanamkan pemahaman bahwa ada kewajiban yang harus dituntaskan.

Mengutip penelitian dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap orang tua dengan anak usia 6-8 tahun, keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah dapat mendukung perkembangan executive function, termasuk kemandirian dan tanggung jawab.

Membentuk rasa tanggung jawab

Saat diberi tanggung jawab domestik sesuai dengan usianya, anak mulai memahami bahwa setiap kewajiban memiliki konsekuensi nyata.

Sebagai contoh, jika mainan dibiarkan berserakan, suasana kamar akan tetap acak-acakan. Pembiasaan ini menjadi sarana belajar memahami tanggung jawab secara alami tanpa perlu iming-imbing hadiah atau ancaman hukuman.

Melatih kemampuan memecahkan masalah

Tugas rumah tangga menyimpan tantangan tersendiri bagi perkembangan berpikir anak. Sewaktu diminta menata mainan, anak diajak menentukan prioritas barang mana yang diangkat terlebih dahulu serta tempat penyimpanannya.

Keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah dengan kemampuan memecahkan masalah dan perkembangan executive function. Ini menunjukkan pekerjaan rumah bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar berpikir dan mengambil keputusan melalui kegiatan sehari-hari.

Mengajarkan anak untuk membantu dan bekerja sama

Urusan domestik tidak harus dipandang sebagai beban individual semata. Saat anak membantu menyiap meja makan atau menyapu, mereka belajar bahwa pekerjaan dalam keluarga terasa lebih ringan jika ditanggung bersama.

Menukil penelitian Scientific Reports yang melibatkan ribuan siswa di 28 wilayah di China, hubungan positif antara keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah dan perkembangan perilaku prososial.

Penelitian tersebut juga menemukan keterkaitan dengan emosi positif, pengawasan orang tua, serta hubungan orang tua-anak yang lebih dekat.

Mempererat hubungan dengan orang tua

Aktivitas merapikan rumah dapat dikemas sebagai momentum kebersamaan yang menyenangkan antara orang tua dan anak.

Momen mendampingi anak mencuci piring atau melipat pakaian membuka ruang komunikasi hangat sekaligus sarana mentransfer keterampilan baru secara alami.

Hubungan antara keterlibatan dalam pekerjaan rumah dengan hubungan orang tua-anak yang lebih dekat. Meski begitu, orang tua tidak perlu menjadikan pekerjaan rumah sebagai cara untuk mengejar manfaat tertentu.

Hal terpenting adalah memberikan ruang bagi anak untuk berkontribusi sesuai rentang usia serta batas kemampuannya.

Mengajak anak berbenah rumah bukan berarti melimpahkan seluruh beban domestik kepada mereka. Pembagian tugas harus disesuaikan dengan faktor keamanan dan taraf perkembangan anak, diiringi pendampingan yang tepat.

Oleh karena itu, hindari menuntut anak untuk langsung menguasai semuanya sendiri. Berikan contoh nyata, bantu saat mereka kesulitan, lalu berikan kesempatan agar anak mencoba secara mandiri.

Terkini