Ketua DPD Minta Pemerintah Tambah Alokasi Dana Daerah Gempa di NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:21:02 WIB
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin.

JAKARTA - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin meminta pemerintah pusat menyalurkan tambahan dukungan fiskal kepada pemerintah daerah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mempercepat penanganan korban serta pemulihan fasilitas publik.

Sultan menyampaikan bahwa pemerintah daerah selaku ujung tombak pelayanan masyarakat membutuhkan alokasi anggaran tambahan untuk memenuhi pasokan pengungsi dan mempercepat pemulihan daerah.

"Yang patut diperhatikan adalah bahwa bencana gempa bumi ini masih berlangsung dengan skala yang lebih kecil dari sebelumnya," katanya.

Sultan menyampaikan rasa keprihatinan serta dukacita mendalam bagi seluruh masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi di sejumlah wilayah NTT.

Ia turut memberikan apresiasi atas langkah cekatan pemerintah pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengevakuasi warga, mendata korban, hingga menginventarisasi kerusakan infrastruktur.

Menurut Sultan, pihak DPD RI juga terus berkoordinasi secara aktif guna membantu penanggulangan dampak bencana di lapangan.

Empat anggota DPD RI dari daerah pemilihan NTT dilaporkan telah turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak di Pulau Flores.

"Saat ini empat anggota DPD RI asal NTT sedang berkoordinasi dan meninjau secara langsung di wilayah Pulau Flores bagian utara. Seperti biasa, DPD RI secara kelembagaan akan memberikan bantuan bencana kepada masyarakat yang terdampak," katanya.

Sebelumnya, BNPB mencatat sebanyak 9.290 warga hingga kini masih bertahan di berbagai lokasi pengungsian pascagempa bermagnitudo 7,7 yang melanda NTT.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa pemutakhiran data per Minggu pukul 00.00 WIB menunjukkan konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.

Untuk wilayah Kabupaten Sikka, sebanyak 1.356 warga menempati lokasi pengungsian di GOR Samador, sedangkan sekitar 2.000 orang lainnya mengungsi secara mandiri tersebar di 10 titik.

Terkini