Tangani Dampak Bencana Gempa NTT Menko PMK Pratikno Gelar Rakor Bersama

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:06:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk bergerak cepat menangani dampak bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menindaklanjuti perintah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah menteri, kepala badan, dan pimpinan lembaga terkait pada Minggu (16/8/2026).

"Kami dari pemerintah pusat ini menteri-menteri, kepala badan, dirut BUMN, hadir ke sini atas perintah Bapak Presiden untuk memberikan dukungan penuh, ya, terhadap eh proses tanggap darurat dan juga nanti rehab rekon. Jadi, hari ini kami melakukan rapat koordinasi," kata Pratikno dalam keterangannya.

Pratikno menjelaskan bahwa jajaran pemerintah pusat terjun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan seluruh proses penanganan di wilayah terdampak berjalan optimal.

"Pemerintah pusat ini bener-bener full team hadir ke sini. Hadir ke sini, masing-masing menanyakan ada problem apa, dan apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan, dan seterusnya," ucapnya.

Menurut Pratikno, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah amat krusial agar alokasi sumber daya dapat tersalurkan secara efektif.

"Karena memang resources pusat untuk apa, tanggap darurat dan juga rehab (rehabilitasi), rekon (rekonstruksi) ini sangat besar," katanya.

Di samping itu, sejumlah titik posko telah didirikan guna mengoordinasikan langkah penanganan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

Seluruh bantuan logistik yang dikirim dari Jakarta maupun daerah lain akan dipusatkan terlebih dahulu di Halim sebelum diterbangkan ke lokasi tujuan.

"Kemudian ada posko di Labuan Bajo, posko di Maumere, dan juga Pemprov dan Pemkab juga membuat posko-posko. Posko ini akan mengawal sinkronisasi program untuk tanggap darurat ini," lanjutnya.

Pada masa tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan keselamatan warga serta perbaikan infrastruktur yang rusak agar sarana publik dapat segera difungsikan kembali.

"Sambil tadi kami lakukan pembangunan pemulihan yang lebih permanen," ujar Pratikno.

Sebelumnya, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data pembaruan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu malam pukul 18.48 WIB, korban jiwa akibat bencana tersebut tercatat sebanyak 47 orang.

BNPB turut mencatat ratusan unit rumah warga mengalami kerusakan di berbagai titik.

Data BMKG per pukul 17.00 WIB melaporkan sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan sarana umum mencakup 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, serta enam bangunan kantor.

Terkini