Pahami Konsep Skin Longevity untuk Jaga Kesehatan Kulit Jangka Panjang

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:22:02 WIB
Ilustrasi Skin longevity.

JAKARTA - Perawatan kulit kini tidak lagi sebatas penggunaan produk dari luar, melainkan mulai beralih ke pemenuhan nutrisi harian dari dalam secara berkelanjutan.

Pendekatan menyeluruh ini dikenal dengan istilah skin longevity, yakni upaya merawat kesehatan serta kualitas kulit untuk jangka panjang dan bukan sekadar mengejar hasil instan.

Salah satu komponen utama penopang struktur kulit adalah kolagen, protein penyusun sekitar 30 persen total protein tubuh yang membentuk kulit, otot, hingga jaringan ikat.

Meski diproduksi alami, produksi kolagen tubuh terus menurun 1 hingga 1,5 persen per tahun setelah memasuki usia 25 tahun akibat berkurangnya aktivitas sel fibroblas.

Faktor gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, kurang tidur, hingga paparan sinar matahari dan polusi turut mempercepat kerusakan kualitas kulit harian.

Dalam proses pembentukannya, tubuh memecah kolagen menjadi peptida dengan bantuan asam amino, vitamin C, zinc, tembaga, serta mangan.

Penggunaan collagen tripeptide (CTP) berukuran molekul kecil dalam produk suplemen terbukti membantu meningkatkan kelembapan sekaligus mengurangi kerutan jika dikonsumsi rutin.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Sido Muncul menghadirkan C+Collagen berbentuk minuman bubuk effervescent tanpa gula dengan kandungan CTP, vitamin C, serta zinc.

Kendati demikian, suplemen kolagen tetap membutuhkan dukungan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, kecukupan cairan, dan istirahat yang cukup.

Eksistensi tren skin longevity menegaskan bahwa merawat kulit secara konsisten merupakan investasi kesehatan jangka panjang agar kulit tetap terawat dan nyaman.

Terkini